Johannesburg (ANTARA Bengkulu) - Hari pembuka Piala Afrika menghasilkan dua pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol, di mana tuan rumah Afrika Selatan mengecewakan puluhan ribu penggemarnya yang menyaksikan langsung di Soccer City.

Juara 1996 ini harus puas ditahan imbang negara kecil Cape Verde.

Pelatih Afrika Selatan Gordon Igesund kecewa dengan permainan timnya yang tidak berbuah kemenangan, namun kegagalan meraih kemenangan juga terjadi pada pertandingan kedua, ketika Maroko bermain inbang 0-0 dengan Angola pada pertandingan berikutnya.

Dengan dua tim teratas akan melaju ke babak perempat final, maka banyak yang dipertaruhkan di Grup A.

"Saya sangat kecewa dengan babak pertama, kami kurang kreatif, kami gugup, bermain di kecepatan 100 mil/jam, itu adalah 45 menit yang sia-sia," kata Igesund.

"Babak kedua tidak lebih baik. Kami tidak mampu menciptakan peluang sama sekali, kami hanya menciptakan beberapa tembakan, itu tidak cukup."

"Kami memiliki dua pertandingan tersisa, dan kami memerlukan kemenangan, kami berada di bawah tekanan. Kami sekarang perlu mengalahkan Angola pada Rabu."

Meski mengalami start tidak meyakinkan, Igesund, masih berharap pesta Afrika Selatan tidak terhenti pada putaran pertama.

"Kami harus mendapat poin dan kami tidak boleh kemasukan gol, dan kami tetap optimistis dapat melaju ke putaran berikutnya."

Untuk Cape Verde, dengan populasi hanya berisi 500.000 jiwa, sehingga mereka menjadi negara terkecil yang pernah tampil di kompetisi ini, ini merupakan debut hebat dalam kondisi-kondisi yang sulit.

Sambil bertahan, pasukan Lucio Antunes, yang mengejutkan Kamerun pada fase kualifikasi, juga menciptakan dua peluang bagus di pertandingan ini, melalui Platini dan Heldon.

"Para pemain saya fantastis, dan kami mencapai tujuan utama kami yaitu tidak kalah dan penting untuk tidak kemasukan gol."

"Kami harus mendapat poin, dan kami arus meneruskan berjuang untuk poin, saat selanjutnya melwan Maroko," kata sang pelatih.

Ia menambahkan, "Kami ingin menghormati Cape Verde, dan kami dapat pergi dari sini dengan kepala tegak."

Skenario terbaik untuk Afrika Selatan pada pertandingan Sabtu malam adalah hasil yang identik, dan para pemain mereka menjawabnya, meski untuk kepuasan mereka sendiri dan bukan untuk para penggemar, di mana sebagian penonton meninggalkan stadion saat babak kedua baru
dimulai.

Penyerang Angola yang bermain di klub Spanyol Real Valladolid, Manucho, nyaris mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, ketika tandukan rendahnya masih melebar dari tiang gawang.

Manucho berkata, "Kami bermain baik, memuaskan untuk pertandingan pembuka. Saya tidak frustrasi karena tidak mencetak gol, masih ada dua pertandingan lagi di putaran pertama dan saya akan berusaha untuk berkembang."

Pelatih Maroko Rachid Taoussi menanamkan keyakinan bahwa timnya akan menang atas Afrika Selatan dan Cape Verde.

Dan ia berkata, "Ini adalah hasil positif untuk kami,dan kami akan berusaha untuk tampil lebih baik pada dua pertandingan selanjutnya, dan menjadi lebih tajam di depan gawang."

Pelatih Angola Gustavo Ferrin berefleksi, "Kami semua meraih hasil imbang 0-0, dan kami tetap memiliki peluang yang sama seperti sebelumnya."

Fokus pada Minggu berubah ke Port Elizabet, di mana pertandingan-pertandingan Grup B akan dimainkan, yakni Ghana melawan Republik Demokratik Kongo, yang bermasalah dengan kisruh uang bonus, dan Mali berhadapan dengan Niger. (Antara)


: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026