Kemenhut: Populasi badak jawa dan sumatera tersisa sekitar 100 ekor
- 22 September 2025 14:16
Rosa, seekor induk badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menemani anaknya berjenis kelamin betina yang baru berusia beberapa hari di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung Timur, Lampung, Senin (28/3/2022). Bayi badak Sumatera tersebut lahir dari hasil perkawinan badak jantan bernama Andatu dan badak betina bernama Rosa pada Kamis (24/3) pukul 11.44 WIB di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung. ANTARA FOTO/Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Handout/Lmo/wsj.
Rosa, seekor induk badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menemani anaknya berjenis kelamin betina yang baru berusia beberapa hari di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung Timur, Lampung, Senin (28/3/2022). Bayi badak Sumatera tersebut lahir dari hasil perkawinan badak jantan bernama Andatu dan badak betina bernama Rosa pada Kamis (24/3) pukul 11.44 WIB di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung. ANTARA FOTO/Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Handout/Lmo/wsj.
Rosa, seekor induk badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menemani anaknya berjenis kelamin betina yang baru berusia beberapa hari di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung Timur, Lampung, Senin (28/3/2022). Bayi badak Sumatera tersebut lahir dari hasil perkawinan badak jantan bernama Andatu dan badak betina bernama Rosa pada Kamis (24/3) pukul 11.44 WIB di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung. ANTARA FOTO/Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Handout/Lmo/wsj.