Serang (Antara Bengkulu) - Tidak ada peluang bagi peserta UN 2013 untuk berbuat curang dengan menyontek pada rekan satu ruangan, karena soal yang diberikan pada setiap siswa berbeda-beda.

"Soal yang dibuat untuk UN 2013 sebanyak 20 paket, dan itu sesuai dengan jumlah siswa pada setiap ruangan, yakni 20 orang, artinya masing-masing mendapat satu paket," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina di Serang, belum lama ini.

Pada setiap paket soal yang diberikan pada siswa, kata dia, tidak sama jadi sangat tidak mungkin sesama peserta UN bisa menyontek pada rekan seruangan.

Dalam penyelenggaraan  UN tahun 2013 ini mengalami sejumlah perubahan selain menambah variasi soal, untuk menghindari kecurangan atau kebocoran soal UN disiapkan 20 paket soal yang berbeda, tahun sebelumnya hanya empat paket.

Perubahan lainnya pelaksanaan UN tahun 2013 yakni untuk jadwal UN sekolah formal dan ujian kesetaraan atau ujian paket akan dilakukan pada hari yang bersamaan. Namun, hanya waktunya yang dibedakan.

Hudaya juga menjelaskan  Provinsi Banten mendapatkan alokasi anggaran Ujian Nasional (UN) tahun 2013 dari pemerintah pusat senilai Rp12,5 miliar.

Hudaya mengatakan, anggaran UN 2013 untuk Banten mencapai Rp12,5 miliar atau naik dari tahun 2012 yang hanya sekitar Rp10 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan UN mulai dari tingkat SD dan sederajat hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Ia mengatakan, anggaran UN sebesar Rp12,5 miliar tersebut diantaranya akan dialokasikan untuk UN SD dan sederajat sekitar Rp3 miliar dan untuk UN tingkat SMA dan sederajat sekitar Rp9,5 miliar.

Menurut Hudaya, persiapan pelaksanaan UN dari sisi teknis sudah siap seperti persiapan ruang ujian dan pengawas termasuk peserta UN. Namun demikian, kemungkinan masih ada perubahan terkait jumlah sekolah penyelenggara di delapan kabupaten/kota di Banten.

"Kita juga berharap dinas pendidikan kabupaten/kota menyosialisasikan penyelenggaraan teknis UN 2013 pada kepala sekolah dan para guru sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar," katanya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, melaksanakan sosialisasi teknis ujian nasional di sekolah sehingga tidak ada siswa yang dirugikan akibat kekurangjelasan pelaksanaan ujian tersebut.

"Dalam beberapa hari ini para kepala bagian, kepala seksi melaksanakan sosialisasi teknis UN. Hari ini digelar di SMP Negeri 1 Sobang diikuti kepala sekolah dan perwakilan guru dan beberapa sekolah," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Nurhasan.

Ada beberapa hal penting yang perlu disampaikan pada kepala sekolah dan perwakilan guru terkait pelaksanaan UN 2013.

"Yang kami sampaikan diantaranya masalah  soal, yang tahun ini ada 20 paket soal atau lebih banyak dari UN 2012 yang hanya lima paket. Pada UN 2013 setiap peserta dalam satu kelas diberi soal berbeda," katanya.

Selain itu, kata dia, pada UN tahun ini lembar jawaban disatukan dengan soal UN, dan sebelum mengerjakan soal peserta harus menyobek lembar jawaban tersebut.

"Dalam penyobekan ini harus benar-benar teliti, karena jika ada bagian dari lembar jawaban itu yang hilang, akibat sobekan salah, tidak akan terdeteki oleh kompeter, peserta akan gugur, walaupun seluruh jawabannya benar," ujarnya.

Hal-hal tersebut, kata dia, bukan merupakan masalah sepele, karena jika terjadi kesalahan sedikit saja akan merugikan siswa, sebab mereka bisa gugur dengan sendirinya. Karena itulah perlu sosialisasi khusus.

Nurhasan juga menjelaskan, pelaksanaan UN tingkat sekolah menengah atas (SMA)/sederajat akan dilaksanakan pada 15-18 April 2013, jadi masih ada waktu untuk melaksanakan sosialisasi agar persiapannya lebih matang.

Selain melakukan sosialisasi, kata dia, juga dilaksanakan rapat koordinasi para pihak terkait, diantaranya dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Kepolisian dan tim pengawas independen dari perguruan tinggi.

      
116.807 siswa
Kegiatan UN tingkat sekolah menengah atas (SMA)/sederajat di Provinsi Banten akan diikuti 116.807 peserta yang tersebar di delapan kabupaten/kota di daerah tersebut.

Sekretaris Penyelenggara UN Provinsi Banten Rudi Darmawan mengatakan, dari jumlah tersebut peserta SMA sebanyak 44.574 siswa dari 454 sekolah, peserta UN SMK sebanyak 57.494 siswa dari 481 sekolah dan peserta UN MA sebanyak 14.739 siswa dari 326 sekolah di Banten.

"Rencananya peserta UN SMA ini akan menggunakan jumlah ruangan ujian sebanyak 2.558 ruang kelas," kata Rudi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat menjelaskan, peserta UN dari pelajar SMA di daerah itu sebanyak 4.916 siswa, MA 1.718 siswa dan SMK 3.497 siswa.

"Jumlah tersebut berdasarkan laporan dari sekolah, dan mereka telah mematangkan persiapan  untuk menghadapi  UN dengan mengoptimalkan pemantapan pembelajaran serta pengayaan mata pelajaran yang di-UN-kan," katanya.

Selain itu juga memaksimalkan uji coba pengerjaan soal  baik tingkat sekolah maupun kabupaten, yang bertujuan  untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengasah pengetahuan mata pelajaran yang di-UN-kan.

"Saya kira UN tahun ini relatif baik dibandingkan tahun sebelumnya, sebab hasil uji coba pengerjaan soal yang bobotnya sama dengan UN,  tingkat kabupaten cukup bagus dengan rata-rata nilai 6 atau diatas standar kelulusan UN 5,50," katanya.

Ia menjeslaskan pelaksanaan UN tahun ini lebih ketat karena jika ditemukan segel paket soal mengalami kerusakan maka UN dinyatakan batal.

Di samping itu juga pengawasan melibatkan pihak independen juga disebar anggota kepolisian di sekolah-sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak menargetkan kelulusan UN sekitar 100 persen karena kelulusan tahun lalu mencapai 99,80 persen.

Mata pelajaran yang diujikan untuk MA antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan matematika, ditambah mata pelajaran kimia, fisika, dan biologi untuk jurusan IPA, dan jurusan IPS ditambah pelajaran geografi, ekonomi dan sosiologi.

Kepala SMAN 3 Rangkasbitung  Ucu Lena Murtadewi mengatakan pihaknya kini mengintensifkan bimbingan belajar bagi 234 siswa yang duduk dibangku kelas terakhir  agar nantinya  mudah  beradaptasi dan memahami materi soal UN.

Kegiatan bimbel yang dilaksanakan sekolah setempat  dalam sepekan dilaksanakan  selama tiga hari dengan fokus pada enam mata pelajaran yang akan diujikan pada masing-masing jurusan siswa yakni IPA dan IPS.

Kriteria kelulusan UN tahun 2013 digabungkan nilai rapor  semester  3,4,5  dan ujian sekolah dengan rumus  nilai sekolah sama dengan  nilai rata-rata semester 3,4,5 dikali 0,4 ditambah nilai ujian sekolah dikali 0,6. Selanjutnya, penggabungan tersebut sekitar 40 persen dari nilai sekolah setempat dan 60 persen dari nilai murni UN.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Nurhasan menjelaskan, calon peserta UN di daerah itu perlu pengayaan pelajaran sebagai persiapan menghadapi ujian yang menentukan kelulusan siswa.

"Ada beberapa persiapan yang kami lakukan bagi siswa dalam menghadapi UN 2013, di antaranya diberi pengayaan pelajaran bagi kelas VI SD, kelas IX SMP/sederajat dan XII SMA/sederajat," katanya.

Pengayaan pelajaran, kata dia, lebih difokuskan pada bidang studi yang masuk dalam ujian nasioan tersebut.

Persiapan lain, kata dia, setiap sekolah melaksanakan bimbing belajar pada calon peserta UN yang digelar sejak Januari-April 2013. Kegiatan ini dilaksanakan diluar jam pelajaran.

"Calon peserta juga diharuskan mengikuti latihan pengerjaan soal secara gabungan, yakni siswa dari beberapa sekolah disatukan dalam satu tempat untuk mengikuti latihan tersebut," katanya.

Selain itu, kata dia, calon peserta UN juga diberikan latihan pengerjaan soal di sekolah masing-masing. Soal yang dikerjakan dalam latihan di sekolah maupun gabungan bobotnya sama dengan yang di-UN-kan.

"Kita juga telah meminta para orang tua untuk mengawasai anak-anaknya yang akan mengikuti UN agar intensitas belajarnya ditingkatkan, terutama untuk siswa SMA/sederajat yang akan mengikuti ujian pada 15-18 April 2013," katanya.

Ia juga menjelaskan, jumlah calon peserta UN tingkat SMA/sederajat sebanyak 12 ribu siswa, dan ditargetkan tingkat kelulusan 100 persen.

Pewarta: Oleh Sambas

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013