Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Pemprov Bengkulu akan meneliti alat deteksi dini tsunami buatan Dodi Marten si pembuat lontong warga Kelurahan Sumur Meleleh,Kota Bengkulu.

"Saya tertarik hasil temuan itu dengan biaya murah tapi cukup efektif dan efesien ke depan saya akan instruksikan pada Litbang untuk meneliti sejauhmana kepintaran alat itu bekerja," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah usai makan siang, Senin.

Menurutnya Pemprov Bengkulu akan melakukan chek terhadap alat tersebut jika memang potensial untuk dikembangkan akan didukung dengan alokasi dana khusus, misalnya APBD.

Sekda Provinsi Bengkulu Asnawi A Lamat mengatakan, pihaknya akan memberikan apresiasi bagi penemu alat tersebut dan akan menggelar rapat serta pengecekkan ke lapangan.

Alat sederhana pendeteksi tsunami temuan Dodi Marten salah seorang penjual
lontong didepan lapas Malabero Bengkulu itu, terbuat dari rangkaian listrik terdiri dari sirine, bandul timah, dan lampu darurat.

Sirine yang terhubung dengan listrik tersebut secara otomatis akan berbunyi jika terjadi gempa dengan kekuatan besar 7 skala richter atau berpotensi terjadi tsunami.

Hingga kini Dody dengan kelompok pengurangan risiko bencana Matahari yang ia gagas dengan beberapa rekannya aktif mengkampanyekan penggunaan alat tersebut  secara massal, ia juga berharap pemerintah dapat mengapresiasi dan menggunakan alat temuannya itu untuk kepentingan masyarakat banyak.(Man)

Pewarta:

Editor : AWI-SEO&Digital Ads


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012