Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu menyebutkan bahwa transaksi saham sejak Januari hingga November 2020 naik hingga 3.000 persen atau sekitar Rp1.697 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp50 miliar. 

"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini banyak sekali masyarakat Bengkulu yang ikut melakukan transaksi di pasar modal saham," kata Kepala BEI Bengkulu Bayu Saputra di Bengkulu, Rabu. 

Ia menambahkan bahwa total jumlah investor pasar modal mencapai 15.125 investor dengan total frekuensi transaksi sekitar 432.745 kali. 

Bayu menyebutkan bahwa sejak pandemi COVID-19 pada awal Maret lalu menyebabkan banyak anak muda usia 18 hingga 25 tahun menjadi investor di pasar modal. 

Dengan Single Investor Identification (SID) sekitar 7.775, Sub Rekening Efek (SRE) sekitar 8.704 dan total masyarakat yang membuka akun sekitar 1.459.

Lanjut Bayu, pihaknya memprediksi bahwa tahun depan akan terus bertambah masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal. 

Sehingga 2020 dinyatakan sebagai kebangkitan investor ritel dalam Negeri di pasar modal Indonesia.

Sebab Pasar Modal Indonesia mencatat ada 10 rekor positif dari sisi pengembangan pasar modal di 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri.

Seperti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan dari posisi 6.299,54 poin pada akhir 2019 bahkan sempat ke level 3,937.63 poin pada 24 Maret tahun ini.

Meskipun begitu secara perlahan IHSG kembali bangkit dan terus menguat hingga per penutupan perdagangan Jumat (11/12) berada di level 5.938,329
poin.

Bayu menjelaskan kenaikan IHSG merupakan refleksi dari mulai pulihnya kepercayaan dan keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia maupun perekonomian Indonesia yang saluran distribusi edukasi pasar modal seperti KP BEI, GI BEI, komunitas, sampai Perusahaan yang telah menghasilkan capaian yang menggembirakan.

Selain itu, rekor penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 yang naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

"Dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek. Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang," ujar Bayu.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020