Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta wartawan terus meningkatkan kompetensi sehingga bisa menangkal atau melawan penyebaran informasi bohong (hoaks).

Pernyataan itu disampaikan-nya menanggapi kegiatan pelatihan jurnalistik yang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu yang diikuti sekitar 50 orang wartawan dari berbagai media massa.

"Tantangan untuk wartawan tentu tidak mudah. Derasnya pemberitaan di media sosial di satu sisi merugikan wartawan. Apalagi tidak semua informasi di media sosial tersaring dengan baik dan akhirnya memunculkan hoaks," kata La Nyalla di Bengkulu, Sabtu.

Menurutnya tantangan bagi media massa saat ini begitu kompleks di tengah derasnya arus informasi yang tersebar di berbagai platform media sosial.

LaNyalla juga memuji program Pemerintah Provinsi Bengkulu yang secara konsisten memberikan pembinaan kepada awak media dengan mengadakan uji kompetensi wartawan yang bekerja sama dengan Dewan Pers dan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Ia menambahkan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, sehingga wartawan memiliki tanggung jawab membuat berita yang konstruktif, membangun, bebas dari hoaks dan mengedukasi.

La Nyalla yang juga menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI Jawa Timur itu menilai peran jurnalis dalam membangun paradigma masyarakat sangat besar, mengingat media memiliki kemampuan melakukan agenda setting.

Karena itu, kata dia, melalui tulisannya wartawan harus bisa memberikan pencerahan dan menginspirasi masyarakat.

"Tulisan jurnalis bisa menumbuhkan imajinasi pembaca dan menjadi kepanjangan dari pemerintah atau setiap pihak yang menyampaikan informasi yang baik dan berguna," demikian La Nyalla.

Pewarta: Carminanda

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021