Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama Desa Pal VIII Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mengembangkan makanan dan minuman olahan berbahan kecombrang yang diambil dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah itu.

Ketua KPPL Maju Bersama Rita Wati ditemui di rumahnya yang berada di Dusun III Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Sabtu, mengatakan pengembangan usaha pengolahan makanan berbahan kecombrang tersebut sudah dilakukan sejak 2017 lalu dan hingga saat ini masih bertahan.

"Tanaman kecombrang ini kami budidayakan di dalam kawasan hutan Madapi TNKS, untuk luas mencapai 3 hektare," katanya.

Tanaman kecombrang  dibudidayakan di bawah pohon tanaman kayu hutan Madapi yang diambil dari jenis kayu yang ditanam berupa mahoni, damar dan pinus.

Selain mengembangkan makanan berbahan kecombrang menjadi dodol, sirop, selai dan rempeyek. KPPL Maju Bersama yang saat ini telah memiliki 25 anggota itu juga memanfaatkan tanaman pakis yang banyak tumbuh di dalam kawasan hutan Madapi TNKS menjadi makanan jenis rempeyek dan stik.

Pengembangan usaha skala rumah tangga yang mereka lakukan ini, tambah dia, di bawah binaan Kantor TNKS Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Sumatera Selatan-Bengkulu.

Hingga saat ini produk UMKM yang mereka hasilkan kerap ditampilkan dalam berbagai pameran dan promosi daerah di tingkat kabupaten maupun Provinsi Bengkulu.

Menurut dia, untuk makanan dan minuman olahan yang mereka hasilkan ini dijual dengan harga cukup terjangkau diantaranya yang berbahan kecombrang seperti dodol Rp15.000 per batang, sirop ukuran 300 ml Rp26.000, selai Rp15.000 per bungkus, rempeyek Rp10.000 per bungkus, kue tat Rp10.000 per bungkus.

Sedangkan yang lainnya ialah rempeyek berbahan dari pakis per bungkus ukuran 250 gram dihargai Rp15.000 dan stik pakis ukuran 250 gram Rp10.000.

Mereka sangat bersyukur dengan bantuan yang telah diberikan TNKS baik dalam bentuk peningkatan pengetahuan maupun fasilitas sehingga bisa menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh tani itu.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022