Bengkulu (Antara) - Sebanyak 107 wisatawan asing penumpang kapal pesiar bernama "Nobel Calidonian" mengunjungi Benteng Marlborough dan Makam Inggris di Kota Bengkulu, Selasa.

"Kami menawarkan kepada para turis untuk singgah di Bengkulu dan mereka tertarik, makanya kami singgah," kata Metto, pramuwisata atau "tour guide" dari Cruise Asia yang mendampingi para turis itu di Benteng Marlborough.

Ia mengatakan, sebenarnya Bengkulu tidak masuk dalam rute perjalanan kapal pesiar tersebut.

Namun dari 107 orang penumpang kapal, sebanyak 97 orang merupakan warga negara Inggris yang tertarik mengunjungi Bengkulu.

"Bengkulu pernah dikuasai Inggris dan ada beberapa peninggalan yang masih bagus kondisinya dan ketika kami tawarkan mereka setuju," katanya.

Kunjungan para turis itu berlangsung 20 menit di Benteng Marlborough yang dibangun oleh pemerintah Inggris pada 1700-an. Sebelum ke Bengkulu, mereka telah singgah di Medan, Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat.

Di benteng bersejarah itu, para turis disuguhi tarian yang diiringi alat musik khas Bengkulu, dol. Sebelum memasuki bagian dalam benteng, para turis juga ditawari lempuk, makanan khas Bengkulu.

Usai mengunjungi Benteng Marlborough, para turis yang menggunakan empat bus bergerak ke Makam Inggris.

Di lokasi yang kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya itu para turis mengabadikan sejumlah nisan.

Makam Inggris adalah makam warga Inggris yang bermukim dan meninggal di Bengkulu pada masa pemerintahan kolonial Inggris dibawah Gubernur Thomas Stamford Rafles.

Menurut Almidianto dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Makam Inggris dan Benteng Marlborough menjadi saksi bahwa Bengkulu pernah menjadi koloni Inggris.

Selanjutnya pada 1824 Inggris menyerahkan Bengkulu kepada kolonial Belanda dan Singapura jatuh ke tangan Inggris atau disebut dengan "Traktat London".

Usai mengunjungi kedua cagar budaya itu, kapal pesiar "Nobel Calidonian" akan berlayar menuju Pulau Jawa dan berlajut ke Flores. (Antara)

Pewarta:

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014