Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - PT Semar Mulia Agung perusahaan yang bergerak di bidang peningkatan mutu pendidikan dan penjualan CD pembelajaran tematik di Indonesia tetap mengedepankan bisnis yang sehat, termasuk di Bengkulu dalam memasaran produk tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

"Perusahaan kami memasarkan produk di seluruh Indonesia termasuk di Bengkulu dengan mengedepankan bisnis yang sehat, kami tidak pernah memaksakan sekolah atau guru untuk membeli produk kami. Jika tertarik silahkan dibeli jika tidak ya, tidak apa-apa," kata Direktur PT Semar Mulia Sakti  (PT SMS) Agung Setiawan di Bengkulu, Jumat.

Ia meluruskan terkait pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan setempat mewajibkan pihak sekolah untuk membeli produk mereka.

"Perusahaan kami langsung melakukan jual beli dengan pihak sekolah tidak melalui Dinas Pendidikan. Kami hanya pamit ke instansi tersebut, sebab tidak sopan ketika kami memasarkan produk di sekolah namun kepala dinas tidak kami beritahu," tambahnya.

Ia juga menepis anggapan harga CD pembelajaran tematik  berjumlah delapan buah dan satu buku panduan dijual dengan harga Rp4 juta tersebut fantastis.

Sebab sebelum berjualan perusahaan melakuan pelatihan kepada seluruh sekolah dengan mengundang  Durori, penemu "Pakem" (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan). Dia adalah seorang guru di Jawa yang sederhana yang bersertifikasi internasional kini tenaga dan pikirannya sekarang digunakan oleh UNICEF.

Selain itu dalam pelatihan perusahaan juga mendatangkan ahli pembelajaran tematik yang bersertifikasi nasional yakni Susmiyati. Untuk mendatangkan kedua narasumber ini ke dalam pelatihan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

"Satu rupiah pun kami tidak menggunakan uang negara atau daerah, tapi 100 persen uang dari prusahaan kami,"
tegasnya.

Ia menjelaskan, harga Rp 4 juta dipatok dengan pertimbangan royalty, hak cipta dan kekayaan intelektual sebagai pertimbangan keuntungan bagi perusahaan.

Lebih lanjut dia membeberkan isi delapan CD tersebut yakni CD 1- 3 berisi pembelaran tematik yang di dalamnya terdapat RPP berkarakter, Silabus, SK dan KD, Pemetaan SK dan KD, Prota, Promes, KKM, Jaringan tema.

CD 4-6 berisi Semua maple yang di setiap maple terdapat : RPP berkarakter, Silabus, SK dan KD, Pemetaan SK dan KD, prota, promes, KKM. CD diatas (kelas 1 – 6) dilengkapi kamus bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Al Qur’an digital, konsep PAKEM dan panduan SBI SSN.

CD 7 berisi lagu-lagu perjuangan, tajwid digital, aplikasi jadwal pelajaran, BSE, jadwal tematik
CD 8 adalah berisi video micro teaching cara memberikan pembelajaran tematik yang telah di ramu secara baik
dan benar terstruktur perhari,  per minggu hingga per semester disertai pembelajaran antikorupsi untuk kelas 4-6.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22-23 tahun 2006 tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan Peraturan Menteri nomor 24 tahun 2006 mengenai satuan pendidikan dasar dan menengah menegaskan bahwa pembelajaran tematik harus mulai diterapkan pada siswa sekolah dasar kelas satu hingga kelas tiga paling lambat tahun 2009/2010 secara nasional.

Pembelajaran tematik dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema/topik pembahasan. Pembelajaran tematik merupakan satu usaha untuk
mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema. Intinya belajar dengan cara senang.

Sementara itu Kepala SD Negeri 150 Maharwan, Kepala SD Negeri 01 Asmiran, dan SDN 170 Dunsi di Kabupaten Seluma mengungkapkan, keputusan mereka membeli CD tersebut adalah berdasarkan kebutuhan tenaga pendidik di sekolahnya mengingat pembelajaran tematik merupakan metode tepat mengajarkan siswa untuk dapat menyerap pelajaran dengan efektif dan seyogyanya harus dimiliki sekolah.

"Pembayaran CD dilakukan secara kredit  dengan tiga kali pembayaran dan itu tidak memberatkan sekolah, justru seharusnya CD tersebut wajib dimiliki setiap guru karena tidak dapat digandakan," kata Dusni. (man)

Pewarta:

Editor : Indra Gultom


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012