Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mencari tahu penyebab kematian seekor gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) berjenis kelamin jantan berusia lima tahun yang ditemukan mati di kebun karet milik warga di Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Tim dokter hewan BKSDA Jambi melakukan nekropsi dengan mengambil sejumlah organ tubuhnya untuk mengetahui penyebab kematiannya, demikian keterangan resmi BKSDA Jambi melalui Biro Humas KLHK, Nunu Anugerah, yang diterima Jumat.

Sejumlah organ tubuh gajah jantan muda itu yang diambil adalah organ dalam yang terdiri atas limpa, paru, usus, isi usus, hati dan jantung yang selanjutnya organ dikirim ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor untuk dianalisa histopatologi dan toksikologi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kejadian matinya gajah itu dilaporkan oleh warga Sumay dan kemudian petugas PIKG Tebo Resort Konservasi Wilayah Tebo BKSDA Jambi yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung turun ke lokasi dan menemukan bangkai gajah muda itu.

Berdasarkan keterangan saksi melihat gajah pada Minggu 28 Agustus lalu kondisi gajah sudah mati yang sudah berbau yang kemudian dilaporkan dan pada hari yang sama petugas PIKG melakukan verifikasi laporan tersebut dan menemukan gajah yang mati Desa Suo suo, yang merupakan kawasan APL.

Sesuai tracking dengan GPS collar, pada beberapa hari terakhir posisi kelompok gajah yang berada di sekitar lokasi kejadian adalah kelompok gajah Ginting, Mutiara dan Quin.

Menindaklanjuti informasi tersebut pada tanggal 30 Agustus 2022 BKSDA Jambi menugaskan tim yang terdiri dari Polhut dan dokter hewan bersama dengan FZS dan Masyarakat Mitra Konservasi (MMK) untuk melakukan pengecekan lapangan dan pengumpulan informasi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKSDA Jambi cari tahu penyebab kematian gajah jantan

Pewarta: Nanang Mairiadi

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022