Bengkulu, (Antara) - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengimbau masyarakat mewaspadai pengaruh asap yang menyelimuti daerah itu karena dapat meningkatkan risiko warga terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

"Sudah dua minggu Kota Bengkulu ditutupi kabut asap, asap ini kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dan Jambi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Edriwan di Bengkulu.

Dia mengatakan, kabut asap tebal terlihat menyelimuti Kota Bengkulu pada pagi hari, dan mulai menipis pada siang hari.

"Selain ISPA, juga bisa menyebabkan iritasi mata, masyarakat harus berhati-hati berkendara, terutama pada pagi hari," kata dia.

Keterbatasan jarak pandang dan iritasi mata menurut Edriwan, juga menyebabkan risiko kecelakaan di jalan raya semakin tinggi.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu itu mengimbau kepada seluruh warga agar memperhatikan kesehatan dengan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

"Kita memang belum membagikan masker karena kondisi kabut asap hanya tebal pada pagi hari, namun untuk tindakan pencegahan dan peduli kesehatan, masyarakat bisa menggunakannya," kata dia.

Dinas kesehatan daerah itu menurutnya menambah stok ketersedian obat penanganan kasus infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh kabut asap.

"Kita minta seluruh puskesmas dan RS Kota Bengkulu agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," kata Edriwan.

Kondisi cuaca yang panas berisiko menimbulkan kebakaran, oleh sebab itu, Edriwan juga mengimbau, masyarakat berhati-hati terhadap pemicu kebakaran.

"Jangan membakar sembarangan, seperti sampah, pastikan dalam pengawasan sampai apinya padam, menekan terjadinya kebakaran, berarti menekan berkembangnya penyakit infeksi yang disebabkan oleh asap," ujarnya.

***3***

Pewarta: Oleh Boyke LW

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014