Aktor Reza Rahadian meminta Bupati Jember Hendy Siswanto untuk mengalokasikan dana desa dalam penanganan kekerdilan (stunting) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Reza sebagai duta Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (Yappika-ActionAid) berkunjung ke Pendapa Wahyawibawagraha Jember untuk memberikan sejumlah rekomendasi dalam penanganan stunting di kabupaten setempat, Senin (12/6) malam.

"Kunjungan kali ini terkait dengan kesehatan ibu dan anak(KIA). Fokusnya pada kesehatan ibu dan anak bersama perangkat desa dan Pemerintah Kabupaten Jember," kata Reza di Jember.

Pemeran BJ Habibie itu bertemu kepala desa dan kader pos pelayanan kesehatan terpadu (posyandu) di 18 desa selama dua hari untuk mengetahui persoalan stunting di Jember.

"Saya mendengar dan bicara langsung bersama kawan-kawan di Yappika dan YPSM (Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat) untuk membicarakan bagaimana sebenarnya meningkatkan kemanfaatan anggaran dana desa yang fokusnya tentu terhadap program KIA," tuturnya.

Sejumlah program KIA antara lain penurunan angka stunting dan program pemberian makanan tambahan (PMT), kemudian tata kelola program PMT ini mulai dari penyuluhan sampai pemulihan karena sebenarnya fokus utamanya adalah pada masa pemulihannya.

"Tentu semua tidak akan bisa dilepas dari seluruh perangkat desa, sehingga kami memutuskan bertemu Bupati Jember untuk menyampaikan itu dan beliau sudah berkomitmen nantinya akan terbit peraturan bupati yang anggarannya dinaikkan sekitar 5 - 7 persen," katanya.

Ia berharap komitmen Bupati Jember dalam penanganan stunting bisa menjadi dorongan bagi kepala desa untuk lebih optimal dalam mengalokasikan anggaran desa untuk kebijakan tersebut.

Sementara Bupati Jember Hendy Siswanto menyambut baik terkait dengan usulan Reza Rahadian untuk menaikkan anggaran penanganan stunting di Jember.

"Sebenarnya kesehatan ibu dan anak itu implementasinya adalah pencegahan stunting dan angka kematian ibu dan bayi, termasuk risiko stunting juga dilakukan treatment bersama teman-teman YPSM," katanya.

Ia mengatakan Pemkab Jember akan mempelajari rekomendasi Yappika dan YPSM terkait penanganan kasus stunting di Jember karena diniilai sangat bermanfaat dan akan ditindaklanjuti dengan kawan-kawan organisasi perangkat daerah yang berkompeten.
 

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023