Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir menyoroti krisis kesehatan yang mendesak di Indonesia, di mana ratusan anak menderita gagal ginjal akibat konsumsi sirup obat beracun. 

Dengan meningkatnya kasus ini, KPCDI dalam keterangannya pada Jumat mendesak pemerintah dan lembaga terkait untuk segera mengambil tindakan konkrit.

“Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan harus segera bertanggung jawab atas krisis ini," kata dia.

Kasus ini menjadi sorotan setelah seorang anak bernama Raina (1 tahun) mengalami kebutaan sebagai akibat langsung dari konsumsi sirup beracun.

Tony mengatakan persoalan diperparah dengan kenyataan bahwa banyak keluarga korban, seperti keluarga Raina, menghadapi tantangan finansial yang signifikan dalam mengatasi dampak kesehatan dan biaya pengobatan.

KPCDI mendesak pemerintah mendapatkan bantuan ekonomi bagi korban, termasuk meminta ada perubahan kebijakan dan peningkatan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan keamanan obat.

Tony meminta dukungan publik dan media untuk menyoroti masalah ini dan mendesak pemerintah agar bertindak cepat. Kesehatan dan keselamatan anak-anak Indonesia harus menjadi prioritas utama.

"Kami meminta pemerintah untuk tidak hanya memberikan kompensasi tetapi juga untuk melakukan perubahan sistemik agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan," kata dia.

Pewarta: Siaran Pers

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023