Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Bengkulu Sugeng Suharto menerangkan bahwa masyarakat di Kota Bengkulu cenderung lebih diam dan tenang pasca-pemilihan dan perhitungan suara yang memenangkan pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Untuk di Provinsi Bengkulu, masyarakatnya cenderung diam dan menyadari bahwa kemenangan pada pasangan 02 dan Bengkulu termasuk tenang, sebab tidak ada kandang dari salah satu calon," kata dia di Kota Bengkulu, Selasa.
 
Menurut dia, masyarakat Bengkulu mengetahui bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024 merupakan ajang demokrasi dan masyarakat yang telah ditanamkan rasa kesadaran sehingga siap menang dan siap kalah.
 
Selain itu, terang Sugeng, sebagian besar masyarakat juga telah ikhlas bahwa kemenangan pada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Raka menjadi Presiden dan dan Wakil Presiden yang terpilih.
 
"Meskipun yang terjadi banyak berita hoaks bahwa perhitungan cepat sangat berbeda dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh KPU akibat ada masyarakat banyak yang tidak siap menerima kekalahan," ujar dia.
 
Lanjut dia, pertikaian, keramaian ataupun konflik interes terjadi ketika sebelum pemilu dan setelah pelaksanaan pemilu masyarakat harus suportif dengan hasil tersebut.
 
Sementara itu, berdasarkan hasil sementara perolehan suara dari KPU Kota Bengkulu pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebanyak 841.407 atau 70,22 persen, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yaitu 217.901 atau 18,18 persen dan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md 138.970 atau 11,6 persen.
 

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024