Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, bermitra dengan sektor swasta untuk mengatasi krisis listrik dengan energi terbarukan biomassa dengan nilai investasi Rp200 miliar.

"Pemda berupaya memasok listrik dari swasta dengan teknologi biomassa energi baru terbarukan (EBT)," kata Bupati Mukomuko Sapuan di Mukomuko, Selasa.

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTMb) dimaksud akan menggunakan bahan baku limbah kelapa sawit, khususnya janjangan kosong yang melimpah di daerah ini. Selain mitra swasta, kerja sama dengan PLN melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) juga dilakukan.

Koordinasi dengan PLN Sumatera bagian tengah untuk pembangunan infrastruktur tenaga listrik diharapkan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kabupaten Mukomuko Juni Kurnia Diana mengatakan sejak beberapa waktu lalu Bupati Mukomuko beserta jajaran rapat awal dengan investor dari Royal Grup dan pimpinan PT PLN.

Ia mengatakan investor tertarik membangun PLTMb dengan adanya dukungan dari sebanyak 13 pabrik minyak kelapa sawit dengan kapasitas 30 sampai 40 ton per jam. Masing-masing pabrik minyak kelapa sawit itu menghasilkan limbah sebesar 25 persen dari keseluruhan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Jadi kalau 25 persen dari keseluruhan TBS kelapa sawit yang diolah pabrik tidak dimanfaatkan dan dibuang saja itu akan menjadi masalah kalau itu dibakar volume jadi turun jadi abu.

"Itu solusi kita ke depan mengurangi pencemaran limbah di bidang industri pabrik tetapi nilainya positif karena itu dijadikan energi hijau," ujarnya.

Ia mengatakan mereka bekerja sama dengan regulasi yang ada sehingga PLN membeli daya yang dihasilkan dari pembangkit biomassa, minimal untuk melengkapi kebutuhan tenaga listrik di sejumlah pabrik.

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024