Bengkulu (Antara) - Seraturan mahasiswa berunjuk rasa di depan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu untuk memberi dukungan moril kepada penyelenggara pemilu, sekaligus meminta peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk menjaga stabilitasi politik.

"Jangan ada intrik politik yang bisa memicu konflik dan penyelenggara pilkada harus `independen`," kata Oki Agung, koordinator lapangan di depan Sekretariat KPU Provinsi Bengkulu di Jalan Kapuas Raya Kota Bengkulu, Rabu.

Para mahasiswa yang menggunakan almamater Universitas Muhammadiyah Bengkulu itu bergabung dalam "Suara Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu Bersatu" (SMUB).

Mereka menyampaikan empat tuntutan atau seruan yang ditujukan kepada masyarakat, penyelenggara, dan peserta pilkada.

Seruan para mahasiswa yaitu kepada komisioner KPU beserta seluruh jajarannya selaku penyelenggara pilkada serentak agar menjalankan tugas dengan jujur, adil, independen tanpa intervensi pihak manapun.

Penyelenggara pilkada juga diminta menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan untuk menyukseskan pilkada serentak.

"Kami selaku mahasiswa dan bagian dari masyarakat siap bekerjasama dengan KPU untuk mengawal demokrasi sehingga tercipta pilkada yang damai, bersih, tanpa kecurangan," ujarnya.

Para mahasiswa juga menegaskan kepada semua pihak agar tidak mengkriminalisasi penyelenggara pilkada.

Menanggapi seruan dan aspirasi para mahasiswa itu, Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa tersebut.

"Kami berterima kasih atas dukungan mahasiswa kepada KPU untuk menciptakan pilkada yang aman dan adil. Kontribusi dalam bentuk apapun sangat dibutuhkan demi mendukung kinerja KPU," ucapnya.

Irwan mengatakan bahwa tahapan pilkada masih panjang dan pihaknya tetap bekerja sesuai aturan dan tidak bisa diintervensi pihak manapun.***2***

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015