Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 1.752 peserta KB di daerah itu beralih menggunakan alat kontrasepsi lainnya.

Kepala DP3PPKB Rejang Lebong Sutan Alim saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan jumlah peserta KB aktif tersebar dalam 15 kecamatan di wilayah itu saat ini mencapai 34.624 akseptor, terbagi dalam beberapa jenis penggunaan alat kontrasepsi.

"Dari jumlah peserta KB aktif ini diketahui dalam setahun belakangan ada 1.752 akseptor yang beralih menggunakan alat kontrasepsi lainnya," kata dia.

Dia menjelaskan, peserta KB di Kabupaten Rejang Lebong yang beralih menggunakan alat kontrasepsi ini terjadi setelah merasa telah memiliki anak yang cukup sehingga anjurkan oleh petugas KB beralih ke jenis KB lainnya dengan metode jangka panjang.

Para peserta KB yang beralih menggunakan alat kontrasepsi lainnya seperti KB suntik, KB pil, kondom, implan, IUD atau pun MOW, kata dia, akan memiliki efek samping yang mungkin dirasakan oleh peserta KB seperti rasa kelelahan, mual, nyeri di bagian payudara, adanya bercak menstruasi serta penambahan berat badan.

Menurut dia, efek dari pergantian metode KB hormonal sama saja cara kerjanya seperti orang yang baru menjadi peserta atau mulai ikut KB.

Sementara itu, peserta KB yang beralih ke metode KB lainnya ini di antaranya ke KB suntik sebanyak 577 akseptor, ke KB pil 452 akseptor, ke kondom sebanyak 144 akseptor.

Selanjutnya yang menggunakan implan sebanyak 468 akseptor, ke IUD sebanyak 87 akseptor dan ke Metode Operasi Wanita (MOW) ada 24 akseptor.

Sedangkan untuk peserta KB aktif di Kabupaten Rejang Lebong hingga akhir September 2024 kemarin tercatat mencapai 34.624 akseptor, terdiri dari peserta KB suntik 21.542 akseptor, KB pil 4.859 akseptor.

Penggunaan alat kontrasepsi kondom 2.171 akseptor, implan 4.662 akseptor, IUD 747 akseptor, MOW 442 akseptor, vasektomi 28 akseptor dan KB tradisional ada 163 akseptor.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024