Gorontalo (Antara) - Polisi melakukan penggeledahan kamar tahanan pascakerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo, 

Pada penggeledahan tersebut, Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota dan Polres Gorontalo menerjunkan 400 personel dari Sabhara dan Brimob.

Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagus Santoso, Rabu, mengatakan dalam penggeledahan tersebut ditemukan ratusan barang terlarang dalam sel tahanan.

"Kami menemukan parang, pisau, tombak, balok kayu, obeng, jarum, paku, hingga satu paket yang diduga narkoba jenis sabu sabu beserta alat hisap," kata AKBP Bagus.

Menurut AKBP Bagus Santoso, saat ini situasi Lapas Gorontalo dalam keadaan aman dan terkendali.

Kerusuhan yang terjadi di Lapas Gorontalo dimulai usai salah seorang narapidana menikam salah seorang anggota Polres Gorontalo bernama Brigadir Dua (Bripda) Mohammad Kurniawan Noho yang datang ke Lapas untuk membawa tahanan.

Akibat kejadian itu, Bripda Mohammad Kurniawan Noho menderita luka tikam dan sayatan di bagian paha dan betis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo.

Lapas Gorontalo, sempat dikuasai oleh narapidana usai kejadian penikaman tersebut dan sejak Selasa (31/5) malam, hingga Rabu (1/6) pagi, dan terjadi aksi lempar batu, botol serta panah rakitan oleh pihak napi kepada Polisi yang bersiaga di Lapas untuk menangkap pelaku penikaman.***2***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016