Bengkulu (Antara-IPKB) - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti diwakili Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi, Sumardi pada pembukaan rapat koordinasi program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga tingkat provinsi tahun 2016 menegaskan, agar seluruh kompenen pemerintah daerah itu untuk bersinergi dalam pelaksanaan pembangunan kependudukan, katanya, Kamis, 2/6.

"Pelaksanaan pembangunan penduduk perlu dilakukan secara terintegrasi dan bersinergi lintas sektoral dan jangan dilaksanakan secara berseliwiran." 

Jika dilakukan secara berseliwiran atau sendiri-sendiri maka tujuan pembangunan pendudk yang berkualitas sulit terwujud. Dengan itu, maka kemiskinan masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh, katanya.

Ia mengimbau, dalam pembangunan penduduk agar dilaksanakan secara fokus. Sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

Angka kemiskinan di daerah itu, masih cukup tinggi yang mencapai 17 persen lebih atau sebanyak 322.000 jiwa tergolong miskin.

Angka kemiskinan tersebut terdapat sebanyak 216.830 jiwa berada di tingkat perdesaan.

Sementara, di bidang tenaga kerja, pertumbuhan penduduk pencari kerja tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada, hal ini juga terjadi di Bengkulu.

Ia menambahkan, hal itu ditambah dengan tingkat drop out pendidikan tinggi maka tenaga kerja yang tersedia rata-rata berpendidikan rendah. Tingkat pengangguran  terbuka Februari 2016 sebesar 3,84 persen atau 38.300 orang. 

Permasalahan lain terhadap kependudukan yakni, aspek pendidik dihadapkan angka partisipasi murni tingkat SLTA tahun 2015 sebesar 64,97 persen, beberapa masalah penyebab drop out tingkat SLTA tinggi selain dari ekonomi, sarana prasarana, tingkat pemenuhan tenaga guru. (rs) 

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016