Mukomuko (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana membangun gedung shelter untuk tempat berlindung warga saat terjadi tsunami di daerah itu pada 2017.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pembangunan shelter di daerah ini. Kami berharap pembangunan shelter tahun ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ramdani di Mukomuko, Selasa.

Ia mengatakan hal itu menindaklanjuti hasil koordinasinya dengan pihak BNPB di Jakarta belum lama ini.

Ia mengatakan pihaknya telah menyerahkan sertifikat tanah untuk lokasi pembangunan shelter di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, kepada BNPB.

Sedangkan persyaratan lain pembangunan shelter, sebutnya, sudah lengkap seperti hasil survei pihak BNPB ke lokasi pembangunan shelter. Selain itu mereka juga sudah membuat desainnya.

"Semua persyaratan sudah lengkap, tinggal lagi pembangunannya," ujarnya.

Ia menyebutkan, anggaran untuk pembangunan shelter tersebut sebesar Rp30 miliar. Namun anggaran untuk pembangunannya bisa lebih besar sesuai dengan kondisi harga material pada tahun ini.

Dengan anggaran sebesar itu, katanya, untuk membangun gedung shelter setinggi 45 meter atau tingkat tiga. Di bagian atap gedung shelter ada landasan untuk helikopter.

Dengan ukuran gedung shelter sebesar itu, katanya, dapat menampung sebanyak 850 hingga 1.000 orang warga setempat yang mengungsi akibat bencana tsunami.***3***

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017