Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mendata jumlah sekolah tingkat dasar hingga menengah pertama yang belum dialiri listrik oleh PLN untuk diusulkan sebagai penerima program bantuan infrastruktur listrik dari Pemerintah Pusat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko melakukan pendataan sekolah yang belum dialiri listrik di daerah ini guna menindaklanjuti permintaan data tersebut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
"Yang penting kami datanya dulu, dan kondisi di daerah ini bukan masalah listrik saja, termasuk jaringan internet di sekolah," kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Ramon Hoski, di Mukomuko, Sabtu.
Dia menyebutkan, masih ada sejumlah sekolah yang belum terjangkau jaringan listrik dari PLN seperti sekolah dalam lokasi perusahaan perkebunan kelapa sawit dan yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).
Selain belum terjangkau jaringan listrik, kemungkinan masih ada sekolah-sekolah di daerah ini yang tidak ada jaringan internet dan sinyal telepon.
Untuk itu, kegiatan pendataan yang dilakukan oleh instansi ini selain sekolah yang belum dialiri listrik oleh PLN, termasuk sekolah yang belum ada jaringan internet.
Beberapa sekolah yang belum dialiri listrik atau belum ada tiang listrik dekat sekolah daerah ini menggunakan mesin genset untuk penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
"Biasanya sekolah yang belum ada tiang listrik dan jaringan internet berada di wilayah terpencil di daerah ini," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap, adanya bantuan program infrastruktur listrik dari pemerintah untuk sekolah-sekolah di wilayah terpencil daerah ini.
Sementara itu, ia menyebutkan, sebanyak 141 SD negeri dan swasta, sebanyak 58 SMP, dan 192 PAUD yang tersebar di 15 kecamatan.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025