Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pembangunan proyek penanggung banjir di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu dilaksanakan secara progresif.
"Jadi proyek yang saat ini kurang lebih menggunakan APBN sekitar Rp75 miliar. Ini masih panjang prosesnya, tetapi juga akan dilakukan secara progresif," kata Menko Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau pembangunan tanggul dan pintu air Kota Bengkulu, di Bengkulu, Selasa.
Menko AHY menyebutkan ada beberapa proyek penanggulangan banjir yang sedang dikerjakan di Kota Bengkulu dan progresnya cukup baik.
"Ada sekian jenis pekerjaan yang sedang dikawal oleh Kementerian PU, terutama yang di Bengkulu ini, untuk meninggikan tanggul karena ada tiga sumber masalah, tiga sumber banjir," kata dia.
Ia menjelaskan permasalahan pertama yakni soal sungai. Kota Bengkulu merupakan daerah hilir muara dari aliran sungai dari dataran tinggi di kabupaten sekitar Kota Bengkulu.
"Pertama sungainya, karena Kota Bengkulu ini ada sungai atau air Bengkulu dari hulu ke hilir, dan ketika meluap, maka segera mengenangi berbagai kawasan," katanya.
Permasalahan kedua kata dia yang dihadapi Kota Bengkulu yakni kurangnya kolam-kolam retensi. Hal tersebut membuat kecilnya daya serap terhadap luapan air sungai.
"Makanya kita sedang mencoba untuk membuat kolam-kolam retensi sehingga ini juga bisa menanggulangi sumber masalah yang kedua. Dan yang terakhir, ini karena ada sedimentasi,"ucapnya.
Dia menjelaskan sedimentasi di muara sungai yang semakin lama makin menumpuk membuat sungai tidak bisa menampung luapan air dari hulu.
"Sehingga harus segera dilakukan normalisasi. Jadi normalisasi bukan hanya sungainya, tapi juga normalisasi muaranya. Nah dengan meninggikan tanggul, termasuk ini ada pompa air ya, diharapkan secara elektris diharapkan mampu bisa mengendalikan banjir yang ada di kawasan ini," ujarnya.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025