Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait kini tengah mengkaji mekanisme rekrutmen guru dan tenaga kependidikan di empat Sekolah Garuda baru yang akan beroperasi 2026 ini.

Setidaknya sejumlah lembaga seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dilibatkan.

"Ini kita sedang kebut proses untuk koordinasi dengan BKN, dengan KemenPANRB, Kemenko PMK, juga Kemendikdasmen," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek) Kemdiktisaintek M. Samsuri saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Samsuri mengatakan setidaknya ada dua opsi dalam pengadaan guru dan tenaga kependidikan di empat Sekolah Garuda baru yang akan beroperasi.

Salah satunya, kata dia, melalui metode mutasi guru-guru yang ahli di bidangnya untuk mengajar di Sekolah Garuda.

"Kemudian yang kedua nanti baru proses rekrutmen barunya. Ini opsi-opsi yang mungkin sedang dibahas, begitu ya," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Sekolah Garuda merupakan sekolah dengan tambahan penguatan kurikulum pra-universitas bersistem asrama setara jenjang SMA, yang mengutamakan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Para lulusan Sekolah Garuda dipersiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia di dalam dan luar negeri.

Pewarta: Sean Filo Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026