Bengkulu (Antara) - Pemerintah Jepang kembali memberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu untuk mengirimkan tenaga kerja magang ke negara itu, pascapemberlakukan penalti atau catatan hitam akibat ulah negatif sejumlah tenaga kerja magang asal daerah ini.

Setelah empat tahun kita berada dalam catatatan hitam, mulai tahun ini kembali diberi kesempatan, kata Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan kepercayaan itu kembali diraih Bengkulu setelah bertemu dengan CEO International Manpower Development Organization Japan, sejenis lembaga pemerintah penyalur tenaga magang asing Jepang, Kyoei Yanagisawa di Banten pada Minggu (8/10).

Dalam pertemuan itu menurut Rohidin, ia meminta langsung kesempatan bagi Bengkulu untuk mengirimkan tenaga kerja magang ke Negeri Sakura itu.

Sebelumnya, empat tahun terakhir, pemerintah Jepang menghentikan program magang tenaga kerja asal Bengkulu ke negara itu akibat ulah beberapa tenaga kerja yang melarikan diri dari tempat kerja yang ditentukan.

Rohidin berjanji akan menyeleksi lebih ketat para calon tenaga kerja magang sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Seleksi akan lebih ketat sehingga kejadian itu tidak terulang, sebab daerah yang akan dirugikan, katanya.

Rohidin pun sudah mewanti-wanti para aparatur di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu untuk mengirim tenaga kerja yang siap, baik fisik maupun mental agar tidak menimbulkan permasalahan dan kekecewaan bagi masyarakat Bengkulu, Indonesia dan mitra kerja di Jepang.

Lebih lanjut Rohidin mengatakan tidak hanya memfasilitasi calon tenaga kerja, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi mereka untuk membuka usaha setelah menyelesaikan tugas magang.

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Riski Maruto


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017