Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah melakukan penelusuran terkait informasi adanya seorang anak bawah lima tahun (balita) di wilayah itu yang dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat penyakit campak.
"Saat ini belum ada laporan resmi yang masuk. Kalau ada informasi seperti itu, kami akan melakukan penelusuran terlebih dahulu. Biasanya yang menyebabkan kematian itu akibat adanya penyakit penyerta," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong Asep Setia Budiman di Pemkab Rejang Lebong, Selasa.
Jika informasi tersebut terbukti benar, kata dia, maka kasus balita yang meninggal dunia akibat terjangkit campak ini akan menjadi kasus kematian pertama yang tercatat di Kabupaten Rejang Lebong.
Sebagai langkah pencegahan, dia mengimbau masyarakat daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga pemenuhan nutrisi anak, serta memastikan kelengkapan administrasi imunisasi.
"Untuk menghindari terkena campak ini, terutama anak-anak, agar diberikan gizi yang baik dan juga menjaga kebersihan lingkungan, serta yang paling penting pada anak bayi itu agar diberikan imunisasi campak," terangnya.
Sejauh ini pihak Dinkes Rejang Lebong belum mengantongi data acuan apakah balita yang dilaporkan meninggal dunia itu sudah mendapatkan vaksinasi campak atau belum. Program vaksinasi campak ini diberikan secara gratis melalui pelayanan posyandu di lingkungan masing-masing.
Selain melakukan pelacakan terhadap kasus kematian ini, Dinkes Rejang Lebong juga bergerak cepat melakukan tracing di sejumlah titik yang dilaporkan memiliki sebaran kasus serupa.
"Kami berusaha melacak kasus ini di beberapa tempat lainnya yang dilaporkan adanya warga yang terkena campak, sehingga bisa diberikan penanganan khusus agar tidak menyebar," tegas Asep.
Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun dari 21 puskesmas di seluruh Kabupaten Rejang Lebong, saat ini tercatat sudah ada 38 warga setempat yang dinyatakan positif terkena penyakit campak. Rentang usia pasien yang terinfeksi cukup beragam, mulai dari usia balita hingga dewasa.
Menurut dia, campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini ditandai dengan gejala awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, yang kemudian disusul dengan munculnya ruam kulit yang khas di sekujur tubuh.
Mengingat daya penularannya yang tinggi, Dinkes Rejang Lebong meminta orang tua agar segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala-gejala terjangkit campak guna mendapatkan penanganan medis.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026