Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu saat ini terus melakukan pengerukan saluran drainase dan normalisasi sungai di sejumlah lokasi di wilayah tersebut guna mengantisipasi terjadinya banjir.
"Fokus kita sekarang sesuai dengan program Pemkot untuk menjadikan Bengkulu zero banjir. Kita mengantisipasi dan mencegah banjir, atau minimal meminimalisir debit air yang masih menyebabkan genangan di daerah-daerah rawan tergenang," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Agus Suhendra Wijaya di Bengkulu, Selasa.
Pengerukan saluran drainase dan normalisasi sungai tersebut dilakukan sebab sejumlah daerah seperti kawasan perumahan Surabaya, Perumahan Bumi Mas di Bentiring, Kelurahan Bumi Ayu dan lainnya mengalami sedimentasi cukup parah serta dipenuhi semak belukar di sepanjang bantaran.
Baca juga: ANTARA bangun euforia positif sambut Piala Dunia lewat Bola Gembira
"Saluran drainase dan sungainya memang sudah terlalu banyak sedimentasi dan semak belukar di kiri kanannya. Kita buat lagi tanggulnya dan dirapikan kembali," sebut dia.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah fokus penanganan aliran sungai di Kota Bengkulu sebab menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Bengkulu untuk mewujudkan Kota Bengkulu zero banjir.
Sementara itu, Pemkot Bengkulu saat ini menyiagakan personel tim reaksi cepat (TRC) 24 jam guna merespon setiap laporan masyarakat terkait bencana.
Hal tersebut dilakukan sebab, sejak beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem kembali terjadi di wilayah Kota Bengkulu, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan angin kencang saat malam hari.
Baca juga: Wagub Bengkulu pastikan jalan provinsi di Rejang Lebong rampung 2027
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, banjir luapan, hingga gelombang tinggi di pesisir pantai," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Wardana.
Saat ini, kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sehingga berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari berteduh maupun memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar dan papan reklame ketika hujan lebat serta angin kencang melanda guna mengurangi risiko bencana saat cuaca buruk terjadi.
Sebab, kondisi tersebut dinilai berbahaya karena pohon maupun reklame berisiko tumbang sewaktu-waktu.
Baca juga: TNKS Seksi VI Bengkulu pulihkan ekosistem kawasan di Rejang Lebong
Kemudian, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rendah dan bantaran sungai juga diminta lebih waspada terhadap potensi banjir luapan, serta dapat lebih aktif memantau debit air untuk mengantisipasi banjir kiriman yang bisa datang secara tiba-tiba.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mengimbau kepada warga di Provinsi Bengkulu khususnya para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan lainnya.
Hal tersebut dilakukan sebab, BMKG memprediksi memprediksi sebagian besar wilayah di Provinsi Bengkulu masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara tidak merata di sejumlah daerah.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026