Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Organisasi lingkungan hidup, Kanopi Bengkulu, membagikan 500 masker pelindung diri bagi pekerja perempuan pemilah batu bara yang bekerja di area penumpukan batu bara atau "stockpile" di Pelabuhan Pulau Baai.

"Ada 500 buah masker yang dibagikan secara bertahap bagi perempuan yang bekerja memilah batu bara di Pulau Baai," kata Staf Kajian dan Kampanye Kanopi Bengkulu, Olan Sahayu di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan pembagian masker tersebut bagian dari kampanye bahaya batu bara bagi kesehatan yang dilakukan Kanopi Bengkulu dalam dua tahun terakhir.

Batu bara yang dihirup secara terus menerus dalam jangka lama akan terakumulasi menjadi penyebab utama paru-paru hitam atau pneumoconiosis.

Pekerja perempuan pemilah batu bara yang bekerja di area penumpukan batu bara atau "stockpile" di Pelabuhan Pulau Baai.

"Kami menggalang dana publik lewat laman kitabisa.com dan terkumpul lebih dari Rp5 juta," ucapnya.

Masker yang dibagikan kata Olan dapat menghalau hampir 90 persen debu batu bara di area kerja para ibu tersebut.

Selama ini lanjutnya, pekerja hanya menggunakan masker biasa bahkan menggunakan jilbab dan serbet untuk menutup hidung dan mulut.

"Alat yang mereka gunakan selama ini sama sekali tidak bisa menghalau debu yang masuk ke pernafasan, jadi sangat berbahaya," ucapnya.

Lebih lanjut, aksi tersebut juga untuk mendorong perusahaan menyediakan alat pelindung diri yang standar bagi pekerja yang didominasi ibu-ibu itu.

Pewarta: Helti Marini S

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018