Seorang pekerja pemasang tiang telepon bernama Jonni Hutagaol (25), warga Porsea, Kabupaten Toba Samosir, meninggal dunia karena tersengat listrik saat memasang tiang telepon di Desa Mungkur, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (21/8).

Menurut keterangan Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat, melalui Paur Humas Iptu Rensa Sipahutar kepada wartawan di Pandan, Kamis (22/8), peristiwa naas itu bermula ketika korban bersama dengan teman kerjanya sebanyak 13 orang sedang memasang tiang telepon, Rabu (21/8) sekira pukul 17.00 WIB.

Di saat sedang menanam tiang telepon besi yang diperkirakan tingginya sekitar 7 meter itu, korban memeluk tiang sementara rekannya yang lain menahan tiang dengan menggunakan kedua tangan mereka.

Saat tiang hendak ditancapkan ke dalam tanah yang diperkirakan kedalamannya sekitar 140 cm, tiang telepon itu menyentuh kabel listrik dan korbanpun langsung tersengat bersama tiga rekannya. 

"Naas korban yang posisinya memeluk tiang telepon meninggal dunia, sementara yang tiga lagi dilarikan ke rumah sakit Sibolga," katanya.

Ditanya apakah korban meninggal di lokasi atau di rumah sakit, menurut dia diperkirakan meninggal dalam perjalanan ketika menuju RSU Sibolga.

"Diperkirakan meninggal dalam perjalan menuju RSU Sibolga," jawab Renca.

Sebelum korban dilarikan ke rumah sakit, masyarakat sekitar dan juga rekan korban lainnya berupaya untuk memberikan pertolongan dengan memasukkan korban ke dalam lumpur agar daya listrik dalam tubuh korban terbuang.

Ada pun ketiga korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Sibolga adalah, Rolas Maruli Sianturi (30), warga Siborongborong, yang mengalami luka bakar pada bagian kaki sebelah kanan. 

Kemudian Jonson Gultom (38), warga Lumban Julu mengalami luka bakar pada bagian tangan, kaki dan luka robek di dagu, dan Amri Sirait (25), warga Lumban Julu mengalami luka bakar pada bagian kedua jari tangan.

Sementara korban yang meninggal dunia menurut Renca akan dibawa pulang ke Porsea untuk disemayamkan.

Pewarta: Jason Gultom

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019