Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan stok vaksin rabies di daerah itu saat ini tersisa sedikit yakni 500 dosis.

"Stok yang ada saat ini merupakan cadangan, jumlahnya sekitar 500 dosis," ujar kepala UPTD Puskeswan Curup drh Firi Asdianto di Rejang Lebong, Sabtu.

Sedikitnya stok vaksin rabies yang mereka miliki tersebut, kata dia, karena pengadaan pada 2020 baik oleh pemerintah pusat, Permpov Bengkulu maupun Pemkab Rejang Lebong belum ada sehingga mereka hanya bisa melayani program vaksinasi yang sifatnya untuk pelayanan pasif.

Sedangkan untuk program vaksinasi massal yang menjangkau 156 desa dan kelurahan dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong, kata dia, kemungkinan baru akan dilaksanakan pertengahan tahun atau paling cepat April mendatang, tergantung dengan pengadaan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun pemkab setempat.

Sejauh ini kebutuhan vaksin untuk program vaksinasi hewan penular rabies atau HPR baik jenis kucing, anjing maupun kera di daerah tersebut setiap tahunnya mencapai 21.000 dosis atau 70 persen dari jumlah populasi HPR yang ada di Rejang Lebong yang berkisar 30.000 ekor.

"Harusnya sebanyak itu, tetapi pengadaan vaksin yang kita terima baik dari APBN, provinsi dan kabupaten setiap tahunnya baru berkisar 17.000-an dosis saja," tambah dia.

Untuk itu, kalangan masyarakat Rejang Lebong yang memiliki binatang peliharaan seperti anjing, kucing dan kera, kata dia, harap bersabar karena program vaksinasi massal secara gratis belum bisa mereka laksanakan dalam waktu dekat, kendati demikian untuk pelayanan yang sifatnya pasif bisa mereka layani di Puskeswan Curup.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020