Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Daerah Program Pembangunan Keluarga, kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tingkat Provinsi Bengkulu dengan menetapkan berbagai sasaran program, salah satunya menargetkan usia kawin pertama peremuan adalah 25 hingga 49 tahun.

"Acara ini mengevaluasi kinerja tahun lalu di mana beberapa target belum tercapai dan harus ditingkatkan tahun ini,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu,  Rusman Efendi di Bengkulu, Kamis.

 Ia mengatakan acara yang diikuti stakeholder dan mitra kerja tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  selama satu tahun terakhir untuk ditelaah dan dikaji sebagai dasar merancang program dan kegiatan strategis Banggakencana dalam tahun berjalan.

"Untuk percepatan kita juga memantapkan komitmen dari mitra kepada BKKBN," ujarnya.
 
Rapat Kerja Daerah Program Pembangunan Keluarga, kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tingkat Provinsi Bengkulu. (Foto Antarabengkulu.com)

Sasaran strategis yang yang ingin dicapai BKKBN dengan dukungan stakeholder dan mitra kerja dalam lima tahun ke depan adalah yang pertama  angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) per Wanita Usia Subur (WUS)  yaitu usia 15-49 tahun.

Kedua, persentase pemakaian kontrasepsi modern, ketiga  persentase kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi dan keempat Indeks Pembangunan Keluarga (IPK), dan kelima Usia kawin pertama perempuan umur 25-49 tahun Median Usia Kawin Pertama (MUKP). 

Untuk mencapai sasaran strategis 2020-2024 tersebut maka pada 2020 sasaran yang harus dicapai sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024 yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 telah menetapkan berbagai sasaran.

Sasaran yang harus dicapai sesuai dengan kontrak kinerja provinsi 2020 antara lain  pertama angka kelahiran total (TFR) per WUS (15-49 tahun) sebesar 2,24, yang kedua persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive prevalence rate/ mCPR) 65,09, yang keempat persentase kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi (unmet need) 7,17, yang kelima Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun  (ASFR 15-19) 38,00, yang keenam indeks Pembangunan Keluarga (IPK) 51,11 dan yang terakhir Usia kawin pertama perempuan umur 25-49 tahun (MUKP) 20,90.

Pewarta: Gogo Priogo

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020