Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan terus berupaya membudidayakan ikan mikih, sejenis ikan liar yang hidup di sejumlah sungai di daerah itu agar tidak punah.

“Kami berupaya agar ikan ini bisa makan pelet. Kalau ikan ini sudah mulai bisa makan pelet, maka kita sudah menyelamatkannya,” kata Kabid Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko Azbas Novyan dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Dinas Perikanan setempat belum lama ini telah menangkap ribuan anak ikan mikih dari aliran Sungai Air Dikit Kecamatan Air Dikit, lalu anak-anak ikan ini dipelihara di dalam aquarium instansi ini dan sebagian anak ikan mikih akan dibesarkan di Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Lubuk Pinang.

Namun, dari sebanyak ribuan anak, ratusan anak ikan mikih yang dipelihara di dalam aquarium instansi ini mati. Kini masih ada sebagian anak ikan mikih yang masih hidup di BBI.

 

Ikan Mikih


Ia menyebutkan, sebagian anak ikan mikih ini sudah bertahan hidup selama satu bulan di kolam di BBI daerah ini, tetapi ikan mikih belum bisa makan makanan buatan sejenis pelet.

“Sepertinya anak ikan mikih ini sampai sekarang masih bertahan hidup dengan cara makan makanan alami seperti lumut yang ada di dalam kolam ini. Kalau ikan nila yang berusia tiga minggu saja sudah bisa makan pelet,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus menunggu sampai anak ikan mikih dipelihara dalam kolam di BBI daerah ini ini bisa makan pelet karena kalau ikan ini sudah bisa makan pelet maka harapan hidup ikan ini juga besar.


Selain itu, ia mengatakan, kalau ikan mikih sudah bisa makan pelet, maka peluang untuk membudidayakan ikan langka tetapi memiliki nilai komersil tinggi ini di kolam air tawar juga besar.

Selain itu, ia berharap adanya kerja sama dengan pihak Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sei Gelam Jambi dalam melakukan konservasi ikan mikih agar keberadaannya tidak punah.*


Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020