Kita tahu sendiri, beberapa media televisi dan jaringan, berafiliasi dengan partai politik, sehingga bisa jadi diskriminasi dalam pemberitaan..."
Bengkulu,  (ANTARA Bengkulu ) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Bengkulu Dedi Haryono mengatakan kader partai itu tetap solid untuk menghadapi Pemilu 2014, meskipun Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor sapi.

"Kader tetap solid untuk pemenangan pemilu legislatif, tapi kalau masyarakat, tergantung dari mana mereka memperoleh informasi," katanya di Bengkulu.

Ia mengatakan dalam kasus penangkapan Presiden PKS muncul kecurigaan menyangkut skenario politik untuk menjatuhkan citra partai itu.

"Kecurigaan itu muncul dari berbagai kejanggalan yang dilakukan KPK dalam menangani kasus ini," katanya.

Menurut dia, proses penanganan kasus itu terkesan berbeda jauh dengan kasus dugaan korupsi lainnya yang sedang ditangani KPK, antara lain kasus Hambalang dan Century.

Penanganan kasus itu di KPK, katanya, sangat mungkin ada skenario politik untuk menggagalkan target PKS meraih tiga besar pada Pemilu Legislatif 2014.

Namun di internal parpol, kata dia, kader PKS tetap solid dan siap meraih simpati masyarakat pada pemilu mendatang.

"Kita tahu sendiri, beberapa media televisi dan jaringan, berafiliasi dengan partai politik, sehingga bisa jadi diskriminasi dalam pemberitaan," katanya.

Dedi mengatakan kasus itu menjadi ujian PKS untuk menjadi parpol yang lebih besar.

"Kalau mau naik kelas, biasanya ujiannya tambah besar. Saya hanya berharap, kader dapat informasi yang benar dan tetap solid," katanya.

Menurut dia, KPK terindikasi melakukan rekayasa kasus.

Dia menduga adanya "orang kuat" yang menyetir KPK.

Sebagai partai dakwah, Dedi mengatakan PKS tetap berpedoman pada dakwah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT atas berbagai perkara.

Ia menjelaskan sebagai partai yang mendukung pemberantasan korupsi, PKS sudah tentu akan taat kepada proses hukum.

Ia optimistis bahwa Presiden PKS itu tidak terlibat kasus penyuapan.

"Kami yakin, `qiyadah` kami itu seperti apa. Kita diawasi setiap hari bagaimana menjalankan ibadah," katanya.

Ia mengatakan ketika seseorang gampang melanggar komitmen dengan Allah, gampang pula melanggar komitmen dengan manusia.

Sosok Lutfi, kata dia, adalah teladan akder-kader PKS dalam beribadah.

"Pemimpin kami teladan bagi kami. Kami `berhusnuzon` (berprasangka baik, red). Itu bentuk ukhuwah kami," katanya.

Sebagaimana instruksi DPP PKS, Dedi meminta seluruh jajaran, kader, dan pengurus partai agar menahan diri, terus berdoa, serta berjuang agar negeri ini bebas dari korupsi.

"Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS," katanya. (rni)




Editor : Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026