Mukomuko (ANTARA Bengkulu) - Peserta ujian nasional mulai dari tingkat SD sampai SMA sederajat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada 2012 tercatat sebanyak 7.696 orang siswa, tersebar di sejumlah kecamatan di daerah itu.

"Kami memperoleh data siswa SD sampai SMA sederajat di Mukomuko yang akan  menjadi peserta ujian nasional (UN) tahun 2012  dari dinas pendidikan setempat sebanyak 7.696 orang," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko Hermansyah di Mukomuko, Rabu.

Sebanyak 7.696 orang peserta UN itu, terdiri siswa wanita sebanyak 3.795 orang dan sebanyak 3.901 laki-laki. Mereka berasal dari sekolah negeri dan swasta yang ada di daerah itu.

Para siswa peserta UN  2012 tersebut berasal dari 127 SD negeri/swasta, 56 SMP negeri/swasta dan SMA tidak dijelaskan secara pasti. "Yang jelas, jumlah peserta UN 2012 tingkat SD sampai SMA di daerah ini tercatat sebanyak 7.696 orang siswa," ujarnya.  

Ia mengatakan,  setiap tahun menjelang pelaksanaan UN, Komisi III DPRD Mukomuko selalu mendapatkan data peserta UN di daerah ini. Data dibutuhkan sebagai   pedoman dalam melakukan pengawasan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

"Data ini akan menjadi pedoman dewan untuk mengetahui jumlah siswa SD sampai SMA yang akan ikut UN dan sekaligus untuk mengetahui tingkat persentase kelulusan ujian tersebut di daerah ini" ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko yang dihubungi melalui Sekretaris, Nur Hasni mengatakan, sampai saat ini tidak ada penambahan peserta UN di daerah itu.

Sedangkan pengurangan jumlah peserta UN 2012 di daerah ini baru akan diketahui pada saat pelaksaan UN nanti. "Kita masih terus memvalidkan data peserta UN mulai dari tingkat SD sampai SMA sebelum disampaikan ke Diknas Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Terkait persiapan sekolah di daerah ini menghadai UN, Nur Hasni mengatakan, akan memberikan jam belajar tambahan kepada para siswa peserta UN, serta mengisi i ulang soal UN tahun sebelumnya supaya siswa lebih siap dalam mengahadapi ujian tersebut.

"Teknis penambahan jam belajar kami serahkan sepenuhnya kepada sekolah bersangkutan dalam membina siswanya," ujarnya.

Pengawasan terhadap peserta UN di daerah ini pada saat ujian nanti, akan dilakukan dengan cara silang guru dari sekolah bersangkutan akan mengawasi di sekolah lain. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran soal UN di daerah tersebut, katanya.(KR-FTO)



Editor : Usmin

COPYRIGHT © ANTARA 2026