Harga jagung pipilan itu turun karena pasokan jagung lokal maupun dari luar Bengkulu mulai lancar, setelah sebelumnya terganggu musim hujan, kata seoang pedagang jagung totok, Jumat.
Awalnya harga jagung pipilan itu naik, menjelang tahun baru 2012 karena permintaan terjadi peningkatan, kemudian turun lagi meski tipis.
Pasokan jagung di Bengkulu selain produksi lokal, juga didatangkan dari provinsi tetangga antara lain Lampung dan Daerah Sumsel.
Permintaan jagung itu tetap kalangan peternak dan industri makanan ringan, sedangkan harga sudah diolah lebih tinggi yaitu mencapai Rp8.000 perkilogram, katanya.(Z005)
Editor : Usmin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.