.....Bibit asalan mengurangi produksi sawit dan karet, serta harga jual di pasaran juga rendah.....Bengkulu (Antara Bengkulu) - Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu melelang pengadaan 440 ribu batang bibit karet dan 110 ribu batang bibit sawit yang akan dibagikan gratis kepada petani di daerah itu.
"Sekarang masih tahap lelang pengadaan, setelah itu baru diproses pembagiannya kepada petani," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan syarat penerima bibit tanaman perkebunan gratis itu adalah petani yang tergabung dalam kelompok.
Usulan dari kelompok tani kata dia disampaikan ke Dinas Perkebunan kabupaten dan kota, yang akan dilanjutkan ke provinsi.
Lelang pengadaan bibit tanaman karet dan sawit itu kata dia digelar melalui sistem pengadaan secara elektronik di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Menurut dia jika proses lelang sudah selesai, maka pembagian bibit kepada petani dapat segera dilakukan.
"Perkiraan awal kami, pembagian bibit kepada petani digelar pada akhir Juni 2013, mudah-mudahan sesuai jadwal," katanya.
Ia mengatakan bantuan bibit sawit difokuskan kepada petani di lima kabupaten yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, Kaur dan Bengkulu selatan.
Sedangkan bantuan bibit karet diberikan untuk delapan kabupaten, selain lima tersebut diatas, ditambah dengan Kabupaten Rejanglebong, Lebong, dan Kepahiang.
Saat ini, seluruh kabupaten sudah mengajukan permohonan nama-nama kelompok tani penerima kepada Dinas Perkebunan.
"Sesuai persyaratan, kelompok tani terdiri dari 25 orang, memiliki luas lahan kurang dari dua hektare tiap petani," katanya.
Menurutnya, bantuan bibit tersebut diberikan karena masih banyaknya permintaan dari petani, terutama bibit karet.
Selain itu, dalam rangka peningkatan produksi sawit dan karet petani yang selama ini masih banyak menggunakan bibit asalan.
"Bibit asalan mengurangi produksi sawit dan karet, serta harga jual di pasaran juga rendah," katanya. (Antara)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.