"Mukomuko surplus daging sapi dan kerbau karena produksi tahun 2012 lebih besar dibandingkan jumlah konsumsi warga pada tahun itu," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Elxandi, di Mukomuko, Kamis.
Ia mengatakan, produksi daging sapi dan kerbau tahun 2012 mencapai 234,45 ton atau lebih besar dibandingkan konsumsi mencapai 189,8 ton, dengan asumsi setiap orang mengkonsumsi daging sebanyak 1,2 kilogram per kapita per tahun.
Ia menjelaskan, surplus daging sapi sebesar 44,65 ton per tahuan itu justru bisa lebih tinggi sebab fakta dilapangan setiap orang di daerah itu justru tidak sampai mengkonsumsi daging baik sapi maupun kerbau sebanyak 1,2 kilogram per tahun.
"Angka konsumsi daging itu merupakan data secara nasional namun realisasi dilapangan warga mengkonsumsi daging tidak sampai sebesar itu," katanya.
Ia menyatakan, warga setempat konsumsi daging tidak sampai sebesar itu karena faktor daya beli warga terhadap daging sapi dan kerbau justru sapi dan kerbau dari daerah itu banyak dijual ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
"Sekitar lima hingga enam ekor sapi setiap minggu dijual oleh peternak ke Sumbar karena penjualan daging sapi di daerah itu sepi," katanya.
Terkait dengan harga daging sapi dan kerbau di daerah itu, kata dia, bervariasi mulai dari Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram dan rata rata Rp80.000 per kilogram.
Sementara itu, kata dia, jumlah sapi lokal di daerah itu tahun 2012 sebanyak 15.749 ekor, kerbau 2.178 ekor, dan kambing 13.481 ekor.
"Sapi lokal di daerah itu terdiri atas beberapa jenis seperti sapi bali, sapi simental, peranakan monggol, limosin, dan CB," urainya. (Antara)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.