..."Jelang lebaran, rata-rata para konsumen melakukan pembelian emas. Kemungkinan untuk dipakai sebagai perhiasan hari raya,"...Padang (Antara Bengkulu) - Warga Kota Padang tetap memburu untuk membeli emas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H, meski harganya mengalami peningakatan memasuki sejak pekan ketiga Ramadhan.
"Jelang lebaran, rata-rata para konsumen melakukan pembelian emas. Kemungkinan untuk dipakai sebagai perhiasan hari raya," kata Novinra Jasmar, salah seorang pedagang emas di Padang, Minggu.
Menurutnya, meski harganya mengalami kenaikan namun konsumen tetap membelinya. Pada awal Ramadhan, harga emas 24 karat hanya Rp 906 ribu per emas (2,5 gram). Saat ini harganya mencapai Rp 1,05 juta per emas.
"Yang banyak dicari warga adalah emas perhiasan dalam bentuk cincin dalam sehari konsumen bisa mencapai 40 orang dengan transaksi sekitar Rp 40 juta," katanya.
Selain emas 24 karat, pengusaha tersebut juga menjual emas 18 karat dengan kadar emas 75 persen seharga Rp380 ribu. Emas tersebut dijual dalam bentuk cincin, kalung, anting, dan liontin. Selain itu, juga dijual perak seharga Rp 170 ribu per satuan perhiasan.
"Dari tahun ke tahun, konsumen lebih banyak membeli emas daripada menjualnya, akan tetapi jika tahun ajaran baru sekolah, warga kembali menjualnya," kata Jasmar menambahkan.
Linda, salah seorang konsumen mengaku, tidak rugi jika harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk pembelian emas. Sebab, nilai emas tidak akan berkurang meski disimpan dalam jangka waktu yang lama.
"Kalau butuh uang, nilainya juga akan tetap sama jika dijual lagi," katanya.(ant)
Pewarta: Oleh Ikhwan WahyudiEditor : Ferri Aryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026