Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mencatat pada periode Januari hingga April 2026, sebanyak 353 warga di daerah itu mengajukan untuk bekerja ke luar negeri sebagai calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Sebanyak 353 warga yang mengajukan untuk bekerja ke luar negeri tersebut, 73 diantaranya dinyatakan lolos verifikasi dan siap untuk diberangkatkan.

"Untuk negara tujuan yang paling diminati saat ini adalah Taiwan, karena peluang kerjanya besar dan penghasilannya relatif lebih tinggi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bengkulu Sutapa di Bengkulu, Jumat.

Terkait dengan pola penempatan kerja masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu PMI perempuan didominasi masuk sektor domestik pengasuh lanjut usia (lansia) hingga asisten rumah tangga, sedangkan untuk PMI laki-laki ditempatkan di bidang konstruksi dan perkebunan kepala sawit.

"Kami imbau calon PMI mengikuti prosedur yang sah. Jangan tergoda jalur ilegal, karena risikonya sangat besar, mulai dari penipuan hingga masalah hukum di negara tujuan," ujar dia.

Untuk masyarakat yang berangkat sebagai PMI harus memiliki rekomendasi dari Disnaker guna memastikan legalitas agar para pekerja tersebut mendapatkan perlindungan negara jika terjadi sesuatu hal yang berkenaan dengan hukum.

Kemudian, terdapat perjanjian kerja antara calon pekerja dengan perusahaan penyedia tenaga kerja dan hal tersebut harus diketahui atau disahkan oleh Disnaker sebagai tanda legalitas, serta melampirkan paspor dan kartu identitas lainnya.

Untuk biaya modal keberangkatan kerja ke luar negeri bervariatif, seperti Taiwan, yaitu Rp30 hingga 40 juta, sedangkan untuk negara Jepang Rp50 hingga Rp60 juta per orang dan dana tersebut termasuk surat-surat administrasi, ongkos dan uang saku.

Untuk modal keberangkatan tersebut biasanya ditanggung oleh lembaga atau perusahaan swasta yang bergerak sebagai penyalur PMI, dan nantinya setiap warga yang ingin berangkat dikenakan potongan dari gaji setiap bulan sesuai dengan kesepakatan.

Dengan banyaknya masyarakat yang bekerja di luar negeri dapat membantu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut, sebab berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Kota Bengkulu mencapai 10.156 orang.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026