Babatan, Lampung Selatan,  (Antara) - Sebuah bus angkutan penumpang mudik Lebaran Idul Fitri 1434 H/2013 M, Merta Sari nomor polisi BE-2082-C terbakar di tanjakan Desa Babatan, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa petang.

         Wartawan Antara dari lokasi kejadian melaporkan dalam musibah yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung, antara Kota Bandarlampung-Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan itu, tidak ada korban jiwa.

         Kejadian itu hanya membuat kemacetan lalu lintas di dua arah, dan sampai berita ini diturunkan masih dalam penanganan petugas kepolisian setempat, dan belum diketahui penyebabnya.

         Mahmud salah seorang saksi mata kejadian tersebut, mengatakan, bus itu meledak dan terbakar setelah sejumlah penumpang bus Merta Sari jurusan Terminal induk Rajabasa Kota Bandarlampung - Pelanuhan Bakauheni Lampung Selatan itu turun dari kendaraan pengangkut mudik lebaran.

         "Terbakarnya bus memamg tidak langsung terjadi melainkan terlebih dahulu sempat diupayakan untuk pemadaman dengan menyiramkan air, namun api yang sudah membesar tidak dapat dihentikan sehingga terbakar dan meledak," kata dia.

         Sementara itu pengemudi bus tersebut terlihat panik menghubungi pihak perusahan armada tersebut sehingga tidak mau disebutbutkan namannya.

         Menurut dia, kejadian itu belum diketahui penyebabnya, tetapi api mulai terlihat pada jok belakang dan semakin membesar.

         "Kami juga sudah berusaha memadamkan apinya, namun api tidak juga padam sehingga bus terbakar seluruhnya," ujar dia.

         Setelah bus terbakar dan kepulan asap hitam membumbung serta beberapa kali ledakan yang diduga dari tabung bahan bakar dan letusan ban.

         Berdasarkan pantauan, kejadian kebakaran bus yang disertai ledakan itu menyebabkan kemacetan di Jalan Lintas Sumatera.

         Peristiwa itu juga menjadi tontonan masyarakat karena menurut mereka hal itu merupakan kejadian pertama di daerah itu.  
    Hingga berita ini diturunkan, belum ada kendaraan pemadam kebakaran, namun puluhan aparat kepolisian serta seorang anggota TNI segera mengantisipasi kemacetan dengan mengatur laju lalu lintas dengan sistem buka tutup sehingg tidak menimbulkan kemacetan lebih panjang lagi.

         Namun, pemantauan di lapangan menunjukkan, sebelum diberlakukan sistem buka-tutup, sempat tejadi kemacetan cukup panjang dari dua arah, akibat padatnya berbagai jenis kendaraan di masa angkutan arus mudik Lebaan 1434 H itu.



Pewarta: Oleh M.Tohamaksun
Editor : Triono Subagyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026