.....Yang pasti jauh lebih baik karena kebijakan pengelolaan hutan saat ini digabungkan dengan antisipasi perubahan iklim.....Bogor (ANTARA Bengkulu) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) optimis penanaman pohon tahun 2012 akan melampaui penanaman pohon tahun lalu yang mencapai 1,5 miliar batang pohon.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di dalam acara penanaman pohon Hari Bakti Rimbawan tahun 2012 di Sentul, Bogor, Minggu, mengatakan, "Tahun lalu kan sudah tercatat sebanyak 1,5 miliar batang pohon yang tertanam dan tahun ini ditargetkan lebihi angka itu. Realisasi penanaman per Maret belum diketahui karena masih tahap pembibitan."
Terkait dengan gerakan penanaman yang digalakkan pemerintah, menteri memastikan setiap kebijakan pengelolaan hutan akan dikaitkan dengan upaya untuk memperbaiki sistem pegelolaan dan kondisi hutan.
"Yang pasti jauh lebih baik karena kebijakan pengelolaan hutan saat ini digabungkan dengan antisipasi perubahan iklim."
Jadi, katanya, tidak ada kebijakan kementerian yang merusak hutan. Dia mengatakan hutan rusak karena banyak masyarakat yang mengkonversi hutan menjadi sawit dan kebijakan pada masa lalu yang kurang pas.
Pada kesempatan itu, menteri menyerahkan bantuan kepada kelompok tani dahlia, tani silvo, dan Cita Tani Mandiri sebanyak Rp50 juta, dua ribu bibit sengon dan jabon serta sepasang domba. Bantuan ini agar mereka bisa panen dalam waktu 5 tahun ke depan. Uang hasil panen tanaman itu bisa untuk haji atau umroh, katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDASPS) Kemenhut Harry Santoso mencatat realisasi penanaman pada 2008 mencapai 104 juta batang dari target 100 juta batang, sedang realisasi penanaman di tahun 2009 mencapai 250 juta batang dari target 230 juta batang.
Tahun lalu, realisasi penanaman melonjak menjadi 1,5 miliar pohon dari target sebanyak 1 miliar pohon.
"Data tersebut seluruhnya diambil dari laporan gubernur di seluruh Indonesia," katanya.
Menurut dia 80 persen dari kebutuhan bahan baku industri pengolahan kayu sebesar 50 juta meter kubik merupakan hasil dari hutan tanaman. "Sisanya sebanyak 20 persen berasal dari hutan alam. Ini berarti kayu hutan alam semakin dikit yang ditebang dan pohon yang ditanam lebih mendominasi pasokan bahan baku kayu untuk industri," katanya.
Untuk mencukupi kebutuhan bibit bagi kegiatan penanaman yan melibatkan rakyat, kata Harry, Kemenhut pada 2010 telah membangun 10 ribu unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) di 424 kabupaten kota dengan produksi bibit 500 juta batang dan tahun lalu membangun 10 ribu KBR di 434 kabupaten atau kota dengan produksi bibit 500 juta batang.
Pada 2012, Kemenhut berencana akan membangun 23 unit persemaian permanan di 22 provinsi dengan produksi 35 juta batang per tahun. "Kesuksesan tanam juga membutuhkan bibit yang baik. Saya yakin karena persemaian permanen ini canggih pasti menghasilkan bibit yang unggul juga," katanya.
Jenis bibit pohon yang disemai di KBR, antara lain pohon berjenis kayu-kayuan seperti meranti, jabon, jati dan sengon. Sementara di Luar Jawa lebih ke bibit pohon Meranti, Mahoni dan pohon Suren.
Harry mengatakan, kesuksesan program penanaman satu miliar pohon ini terwujud berkat partisipasi dari berbagai perusahaan kehutanan, perkebunan, gerakan perempuan tanam, dan TNI. (T.A027/ANT)
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.