.....Bupati meminta pengerjaannya dipercepat sehingga bisa selesai kurang dari enam bulan sehingga irigasi Kelingi dapat berfungsi kembali......
Musi Rawas (ANTARA Bengkulu) - Bupati Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, meminta rencana pengeringan irigasi Kelingi oleh Balai Besar Sungai wilayah Sumatra VIII selama enam bulan agar pengerjaannya dipercepat.

"Bupati meminta pengerjaannya dipercepat sehingga bisa selesai kurang dari enam bulan sehingga irigasi Kelingi dapat  berfungsi kembali guna mengairi sawah petani yang sebagian besar berada di Musi Rawas," kata Kabag Humas Pemkab Musi Rawas, Kgs Effendi Pery, Selasa.

Selain dilakukan percepatan pengerjaan rehab berat saluran irigasi mulai dari BK0 - BK17 bupati setempat  juga meminta pihak BBSWS VIII melakukan sosialiasi di kepada  masyarakat setempat sehingga tidak merugikan petani dan pengusaha kolam ikan.

Untuk itu,  seluruh alat berat dan peralatan pendukung pengerjaan proyek yang menelan dana APBN sebesar Rp50 miliar itu sudah siap di lokasi sebelum pengeringan dilakukan 15 April 2012, sehingga pengerjaannya dapat dilakukan dengan cepat.

Sebelumnya Kepala Bidang Program pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musi Rawas, Mulyono, menjelaskan rencana pengeringan total saluran irigasi Kelingi mulai 15 April-15 November 2012 akan mempengaruhi produksi padi daerah itu.

Namun, karena berpengaruh terhadap produksi padi dalam lima dari enam kecamatan sentra beras Musi Rawas, terutama di Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo, Sumberharta, Purwodadi dan Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas, dengan luasan mencapai 7.000 hektare. katanya.

Pengeringan ini setidaknya akan menyebabkan 1.745 hektare di Tugumulyo dari luasan keseluruhan sawah di daerah itu seluas 4.274 hektare tidak bisa bercocok tanam di musim tanam pertama 2012 dan jika pengeringan ini dilakukan secara total maka seluruh desa di lima kecamatan tidak bisa menanam padi dengan luasan mencapai 7.000 hektare.

Pengeringan irigasi ini akan memengaruhi produksi padi daerah itu pada tahun ini dan dipastikan tidak akan terpenuhi dari target yang ditentukan sebanyak 302.444 ton Gabah Kering Panen (GKP).(KR-NMD)



Editor : Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2026