Rejanglebong (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, mengingatkan kalangan masyarakat di daerah itu untuk mewaspadai longsor susulan setelah bencana pada Minggu (8/2).
"Saat ini curah hujan di Kabupaten Rejanglebong masih cukup tinggi, sehingga potensi bencana alam tanah longsor bisa saja terjadi kapan saja. Apalagi daerah ini merupakan daerah pegunungan yang jika hujan terus turun kemungkinan longsor di sejumlah titik bisa terjadi," kata kepala BPBD Rejanglebong Masdar Helmi, di Rejanglebong, Selasa.
Imbauan ini disampaikannya setelah bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Minggu (8/2) lalu yang menewaskan empat warga asal Desa Tanjung Agung serta Desa Lubuk Alai.
Selain warga di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, hal yang sama disampaikannya kepada warga yang bermukim di lima kecamatan lainnya yang daerahnya berpotensi terjadi bencana tanah longsor memiliki potensi yakni Kecamatan Curup Selatan, Bermani Ulu, Sindang Beliti Ilir, Binduriang dan Kecamatan Padang Ulak Tanding terutama di sepanjang jalan lintas Curup-Lubuklinggau.
Pewarta: Oleh Nur MuhamadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.