Lahore (Antara/Reuters) - Minuman oplosan beracun untuk merayakan Natal menewaskan 23 orang di kalangan kelompok kecil Kristen Pakistan, kata kepolisian pada Selasa.
Selain memakan korban nyawa, minuman oplosan rumahan itu juga membuat puluhan orang lain dilarikan ke rumah sakit.
Setidak-tidaknya, 45 orang dirawat karena keracunan akibat meminum minuman keras oplosan di kota Toba Tek Singh, Provinsi Punjab, sekitar 315 kilometer selatan Islamabad.
"Pembuat dan pemasok minuman keras itu juga termasuk di antara yang tewas," kata pejabat tinggi kepolisian Bilal Kamyana kepada Reuters.
"Pembuat minuman mengoplosnya di rumah dari menjualnya dalam kantong plastik dengan harga 500 rupee (sekitar Rp65.000) setiap plastik," kata dia.
Kematian akibat minuman keras oplosan sering terjadi secara musiman, terutama di sekitar hari perayaan agama, di Pakistan--negara yang penduduknya mayoritas Muslim dan menganggap alkohol sebagai barang yang tidak boleh untuk diminum.
Pada Maret, setidak-tidaknya 40 orang, sebagian besar beragama Hindu, tewas setelah menenggak minuman oplosan pada perayaan Holi.
Di Pakistan, penduduk Muslim tidak diperbolehkan membeli ataupun mengkonsumsi alkohol. Sementara kelompok minoritas harus memperoleh izin untuk membeli minuman keras dalam jumlah yang terbatas.
Prosentase jumlah warga Kristen di negara tersebut berada pada sekitar 1,6 persen dari 190 juta penduduk. Mereka sebagian besar tinggal di Punjab.
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026