Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi Provinsi Bengkulu tetap terkendali pada Desember 2025 meskipun berada di periode liburan perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026.
"Pada Desember 2025, inflasi Provinsi Bengkulu sebesar 2,77 persen yoy dengan indeks harga konsumen sebesar 108,90," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu, Senin (5/1).
Dia mengatakan catatan inflasi tersebut hanya sedikit terdorong dibandingkan dengan situasi November 2025 yang dicatat sebesar 2,68 persen (yoy).
Menurut dia, dengan tidak adanya lonjakan angka di Desember 2025 membuat Bengkulu sepanjang tahun 2025 berada pada rentang target inflasi nasional 2,5 plus minus 1 persen (yoy).
Meski berada pada rentang target nasional, BPS juga memberikan catatan beberapa komoditas yang menyumbang angka inflasi tahunan Bengkulu seperti komoditas cabai merah, emas perhiasan, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM) dan santan segar.
Khusus untuk Desember 2025, lanjut Win Rizal penyumbang utama adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 2,27 persen dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok itu adalah cabai merah sebesar 0,97 persen.
Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,52 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut yaitu emas perhiasan sebesar 0,48 persen.
"Kelompok transportasi dengan andil 0,23 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah sepeda motor dengan andil sebesar 0,07 persen," ujarnya.
