Kemudian Arsad menjelaskan posisi hilal yang diperkirakan akan tampak pada saat matahari terbenam di berbagai wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria.

Penetapan awal bulan Hijriah yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Kriteria ini, kata dia, menjadi rujukan utama bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam menentukan pergantian bulan dalam kalender Hijriah.

Sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah akan dilaksanakan pada hari yang sama di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, dimulai pukul 16.00 WIB. 

Kegiatan akan diawali dengan seminar ilmiah yang membahas posisi hilal, dengan narasumber para astronom dan pakar ilmu falak dari berbagai organisasi Islam.

Usai Salat Magrib, sidang akan berlanjut secara tertutup dengan pemaparan hasil pemantauan dari seluruh lokasi. 

Laporan dari daerah akan dipadukan dengan data hisab untuk menentukan hasil akhir yang kemudian diumumkan secara resmi dan disiarkan langsung oleh media massa nasional.

“Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Idul Adha 2025,” jelas Arsad.



Pewarta: Vonza Nabilla Suryawan
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026