Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan program pemerintah pusat di daerah yakni Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi salah satu pilar ketahanan pangan lokal.
"Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi desa, tetapi juga pilar ketahanan pangan lokal," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Selasa.
Mengingat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai perlu ada penguatan agar program Koperasi Desa Merah Putih saat mulai berjalan nantinya benar-benar efektif sesuai dengan tujuan program tersebut diciptakan, dan menjadi pilar perekonomian serta ketahanan pangan lokal.
"Salah satu langkah konkret yang didorong saat ini oleh Pemprov Bengkulu adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, yang akan berperan sebagai agregator komoditas serta menjembatani akses pembiayaan bagi petani kecil dan pelaku usaha mikro," kata dia.
Kemudian setelah terbentuk, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan terlibat memberikan penguatan kelembagaan, literasi dan kapasitas dari sumber daya manusia yang akan menjalankan Koperasi Desa Merah Putih.
"Digitalisasi koperasi, pelatihan manajemen usaha, serta kolaborasi lintas sektor dengan OJK dan perbankan menjadi fokus utama penguatan kelembagaan,” kata Herwan
Herwan mengatakan hal itu pada kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi.
Herwan Antoni menegaskan acara pembangunan kapasitas tersebut menjadi momentum strategis membangun Bengkulu yang mandiri dan berdaya saing.
“Meski menghadapi tantangan ekonomi global seperti ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga pengetatan moneter, ekonomi Bengkulu tetap tumbuh positif sebesar 4,84 persen pada triwulan I 2025. Angka inflasi pun relatif rendah di 0,39 persen, namun kita tetap harus waspada terhadap tekanan inflasi pangan yang sangat sensitif terhadap kondisi pasokan," ujarnya.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026