Baru di tahun kedua dan ketiga usaha yang belakangan dia namakan Lestari Kopi mulai tumbuh untuk pasar terbatas, baru warung-warung sekitar. Belum sempat tumbuh jadi UMKM berdaya, ujian malah datang pada 2016, seluruh peralatan produksi dan stok kopi Supriyadi raib digondol pencuri.

Usahanya nyaris berhenti total, Supriyadi harus memulai dari nol kembali. Kemudian, titik terang datang, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu memutuskan untuk membina Lestari Kopi agar dapat bertumbuh menjadi UMKM yang mampu berbuat di pasar domestik maupun internasional.

Dari sanalah bagi Supriyadi segalanya jadi berubah. Dia mendapatkan segalanya yang ia butuhkan dalam membangun usaha olahan kopinya. Pada 2017, Supriyadi mendapatkan bantuan mesin roasting, pulper, dan huller untuk mengolah kopi secara profesional.

Pada 2019, Bank Indonesia juga melanjutkan bantuan dengan membangun delapan rumah jemur kopi bersama kelompok petani di desanya, lengkap dengan pelatihan pasca-panen dan peningkatan kualitas produk.

Tak lengkap hanya bantuan peralatan saja, Bank Indonesia kemudian juga memberikan pembinaan mulai dari pengolahan perkebunan, metode petik kopi, penjemuran, pengolahan pasca-panen, pengemasan hingga pemasaran.

BI juga membantu meningkatkan citra Lestari Kopi dengan membantu model pengemasan, menyiapkan merek dan promosi yang lebih menarik, hingga pemasaran digital dan pusat oleh-oleh.

"Kalau tidak ada Bank Indonesia, mungkin saya masih menggoreng kopi seperti dulu," kata Supriyadi tersenyum, mengingat masa-masa awal perjuangannya.

Pada 2024-2025 ini, Bank Indonesia pun mengikutkan produk Lestari Kopi dalam kurasi kopi internasional untuk produk kopi Indonesia. Kopi produk Lestari Kopi menjadi salah satu komoditas terbaik hasil kurasi terbaik dan layak masuk pasar dunia.

Kemudian, produk Lestari Kopi juga diikutkan dalam ajang pameran World Of Coffee yang berlangsung di Jakarta pada akhir pertengahan Mei 2025 lalu, dan berhasil meraih gelar juara II terbaik produk kopi asal Indonesia.

Dengan, program pembinaan dan kolaborasi Bank Indonesia bersama UMKM, akhirnya membawa Lestari Kopi ke pasar internasional. Permintaan dari negara asing begitu tinggi untuk produk kopi asal Desa IV Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran. Dan saat ini tantangannya lebih kepada bagaimana memenuhi kuota ekspor yang diinginkan pasar.

Kolaborasi membangun kolaborasi yang lebih besar lagi, Supriyadi kini mampu membina 16 petani kopi setempat untuk memenuhi pasar domestik. Saat ini dia terbuka bagi petani-petani lain yang ingin bergabung demi memenuhi permintaan pasar internasional. Kini Lestari Kopi tak lagi sendiri dan menembus pasar dunia.

 

UMKM berdaya

Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga menarik secara kemasan dan kuat dalam sisi promosi.

Berbagai produk UMKM binaan Bank Indonesia kini telah mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Salah satunya adalah kopi Bengkulu yang mulai diekspor, serta gula aren bubuk yang telah digunakan oleh sejumlah hotel besar di Indonesia.

Bank Indonesia memberikan dukungan pada UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, penguatan wawasan dan manajemen usaha, modernisasi peralatan, hingga kemudahan akses terhadap pembiayaan dan pemasaran.

Contohnya komoditas kopi, Bank Indonesia memfasilitasi pertemuan antara petani, pelaku usaha, dan agregator dalam ajang Bencoolen Fest Cerita Kopi. Acara tersebut menjadi jembatan penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi kopi Bengkulu.

Pengunjung melihat proses penjemuran produk kopi dari UMKM Lestari Kopi yang kini dipasarkan untuk pasar domestik. (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana menyebutkan hasil panen kopi Bengkulu sesungguhnya sangat melimpah. Sayangnya, sebagian besar justru dijual melalui provinsi lain seperti Lampung, sehingga kopi asli Bengkulu jadi tidak dikenal luas oleh pasar nasional dan internasional.
 



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026