Kota Bengkulu (ANTARA) - Bordeaux di Prancis kerap dijuluki sebagai permata tepi sungai yang memikat hati wisatawan. Terletak di tepi Sungai Garonne, kota ini memadukan pesona sejarah, arsitektur megah, hingga budaya kontemporer yang menjadikannya destinasi unggulan. Tidak heran, pusat kota Bordeaux telah diakui Badan PBB UNESCO sebagai warisan dunia.

Langkah pertama yang bisa dilakukan wisatawan adalah menikmati keindahan Place de la Bourse dan Miroir d’eau, kolam refleksi dangkal yang memantulkan awan serta bangunan neoklasik krem. Lokasi ini kerap menjadi favorit fotografer maupun anak-anak yang riang bermain air.

Dari sini, wisatawan dapat merasakan perpaduan nuansa lama dan baru Bordeaux, dari masa kejayaan Eleanor dari Aquitaine hingga perkembangan kota pada abad ke-18 dengan bulevar lebar dan bangunan elegan.

Untuk sarapan, kafe La Belle Epoque di Quai Louis XVIII menjadi pilihan menarik. Wisatawan bisa menikmati kopi sambil menatap ornamen langit-langit bersejarah. Selesai bersantai, tur jalan kaki berpemandu dari pusat informasi turis akan membantu menjelajahi sisi arsitektur Bordeaux yang kaya.

Pengalaman unik juga hadir melalui taksi sungai BAT (Bato) dari Quinconces Jean-Jaures menuju Les Hangars. Dari sana, perjalanan singkat membawa wisatawan ke Cité du Vin, pusat budaya anggur modern dengan restoran atap yang menawarkan panorama kota.

Hanya beberapa menit berjalan kaki, terdapat Bassin des Lumières, pusat seni digital terbesar di dunia yang memanjakan pengunjung dengan pertunjukan cahaya dan suara spektakuler.

Tidak jauh dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Museum Seni Kontemporer CAPC untuk pengalaman budaya tambahan. Sementara itu, pecinta anggur bisa bertolak ke La Sauve, kawasan Entre-deux-Mers, untuk mencicipi wine lokal di biara bersejarah La Sauve Majeure.

Perjalanan bisa dilanjutkan ke Chateau de Vayres, bekas kediaman Raja Henry IV, atau ke kota benteng Blaye dengan panorama Gironde yang menawan. Lebih jauh lagi, berdiri megah Phare de Cordouan, mercusuar berusia 400 tahun yang dijuluki Versailles of the Seas.

Sebagai penutup, wisatawan bisa bersantai di resor pesisir Arcachon. Sejak era Napoleon III, kawasan ini populer berkat vila-vila mewah, taman indah, serta menara pengamatan karya muda Gustave Eiffel. Dari puncaknya, hamparan Bassin d’Arcachon yang luas terlihat menakjubkan.

Dengan perpaduan sejarah, seni, arsitektur, hingga pesona pesisir, Bordeaux dan sekitarnya benar-benar menawarkan pengalaman budaya yang lengkap bagi setiap pengunjung.



Pewarta: Lira Melani
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026