Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri menyatakan sektor pendidikan menjadi program prioritas pemerintah daerah setempat selain sektor pertanian dan pariwisata.

"Dunia pendidikan tetap menjadi sektor prioritas utama di masa kepemimpinan Muhammad Fikri dan Hendri, meskipun di tengah keterbatasan anggaran," kata dia saat meresmikan dimulainya pekerjaan proyek revitalisasi SDN 46 Rejang Lebong, Senin.

Dia menjelaskan, Pemkab Rejang Lebong tetap berkomitmen meningkatkan mutu sarana dan prasarana seluruh sekolah di seluruh wilayah itu sehingga nantinya tidak ada lagi sekolah yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

"Sejak awal kami menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong sudah banyak laporan dari kepala sekolah mengenai kondisi bangunan sekolah mereka yang kurang layak. Ini menjadi tanggung jawab moral kami untuk memperbaikinya," terangnya.

Program pembangunan dunia pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, saat ini dalam APBD Rejang Lebong setiap tahunnya dianggarkan lebih dari 20 persen dari total APBD daerah itu.

Pada proyek revitalisasi SDN 46 Rejang Lebong itu sendiri, kata dia, telah disiapkan anggaran sebesar Rp946 juta yang akan digunakan untuk perbaikan enam ruang kelas, kemudian ruang perpustakaan, toilet, dan ruang UKS.

Untuk itu dirinya meminta pelaksanaan revitalisasi SDN 46 Rejang Lebong ini nantinya bisa dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan perencanaan agar bangunan yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Kepala SDN 46 Rejang Lebong Ira Mamot mengaku sangat bersyukur sekolah mereka dapat proyek revitalisasi sehingga dapat meningkatkan sarana prasarana sekolah yang selama ini masih kurang, atau sudah rusak.

Menurut dia, pihaknya sangat awam terkait dengan pembangunan yang mereka terima itu sehingga membutuhkan pendampingan dari Kejari Rejang Lebong agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini.



Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026