Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong Provinsi Bengkulu meminjamkan aset negara berupa lahan kepada Koperasi Merah Putih yang tersebar di 156 desa dan kelurahan di wilayah itu.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Elva Mardiana di Rejang Lebong, Rabu (19/11) mengatakan di Rejang Lebong saat ini sudah terbentuk 122 koperasi desa dan 34 koperasi kelurahan.
"Untuk mendukung suksesnya Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP Pemkab Rejang Lebong meminjamkan aset tanah milik Pemkab Rejang Lebong ke Koperasi Merah Putih yang ada di desa maupun kelurahan," kata dia.
Dia menjelaskan dari total 156 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, sekarang sudah ada 78 aset tanah milik Pemkab setempat yang diajukan ke Pemprov Bengkulu untuk dipinjamkan kepada KDKMP.
"Aset tanah itu nantinya digunakan untuk membangun gerai maupun Kantor KDKMP. Jadi nanti ada kerja sama terkait dengan pinjam pakai dari aset daerah," terangnya.
Dia berharap Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan di Rejang Lebong bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sesuai dengan prinsip gotong royong, kekeluargaan dan saling membantu.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rejang Lebong Anes Rahman menjelaskan dari 156 desa dan kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong sendiri saat ini total ada 108 desa dan kelurahan yang sudah memiliki tanah, di mana 78 diantaranya adalah tanah milik Pemkab Rejang Lebong sedangkan sisanya adalah lahan hibah termasuk lahan miliki instansi vertikal yang selama ini belum dimanfaatkan.
"Sekarang sudah ada 108 lahan yang siap, maka persentase Rejang Lebong sudah 70 persen dan nomor tiga di Provinsi Bengkulu setelah Kota Bengkulu dan Mukomuko," kata Anes.
Menurut Anes, dalam program KDKMP tersebut, bila lahannya sudah siap maka gerai dan isi dari koperasi masing-masing akan dibangun dan diisi oleh pemerintah pusat.
Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan di Rejang Lebong ini nantinya tinggal menjalankan program sesuai dengan potensi dari masing-masing desa dan kelurahan.
